Kondisi tersebut turut mendapat apresiasi dari Mochamad Iriawan. Saat meninjau FT Reo, ia menyampaikan penghargaan kepada para petugas yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi pascagempa.
“Saya tidak bisa berkata banyak, hanya rasa bangga dan terharu yang luar biasa di hati saya. Mewakili Dewan Komisaris dan manajemen, saya tegaskan: tanpa kalian, tidak akan ada pasokan energi di wilayah ini dan chaos pasti terjadi. Kalianlah para pejuang energi yang sebenarnya,” tutur Iriawan.
Selain meninjau kondisi operasional terminal, Iriawan juga menyerahkan bantuan kepada 10 tenaga alih daya (TAD) di FT Reo yang turut terdampak gempa. Rumah mereka mengalami kerusakan sehingga untuk sementara tinggal di sejumlah posko mandiri. Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan, matras, dan obat-obatan.
Mochamad Iriawan mengunjungi warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan tersebut, Iriawan menemui pengungsi dan berinteraksi dengan anak-anak di Posko Pertamina Peduli di Lapangan Barangkolong.
Iriawan mengawali kunjungan dengan berbincang bersama warga yang berada di lokasi pengungsian. Ia mendengarkan sejumlah kebutuhan dan kondisi yang dihadapi masyarakat selama menjalani masa tanggap darurat.
“Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tapi untuk mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sini,” ujar Iriawan.