Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepala SPPG dan Akuntan Dapur MBG Bakal Dilatih Pelaporan Keuangan

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 28 Agustus 2026 |14:28 WIB
Kepala SPPG dan Akuntan Dapur MBG Bakal Dilatih Pelaporan Keuangan
Kepala BGN Sudaryono Temui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan akan memberikan pelatihan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan akuntan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan dan kualitas pelaporan keuangan program MBG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari pembahasan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat dirinya menyambangi Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).

"Itu kami sepakat untuk men-training kepala SPPG dan juga akuntan di dapur-dapur itu supaya comply terhadap tadi itu digitalisasi antara sistem AKSESKEU dengan SIPGN," kata Sudaryono usai bertemu Purbaya.

Menurut Sudaryono, digitalisasi diperlukan agar proses pelaporan yang selama ini masih dilakukan secara manual dapat dilakukan melalui sistem. Dengan demikian, pertanggungjawaban keuangan setiap dapur MBG dapat dilakukan secara lebih tertib dan jelas.

"Sehingga pelaporan itu yang tadinya mungkin sulit, manual, dan lain sebagainya, itu kemudian by system itu kemudian pertanggungjawabannya jelas dan mekanisme caranya juga lebih mudah," ujarnya.

Sudaryono menjelaskan, BGN juga tengah membangun konektivitas antara sistem AKSES di Kementerian Keuangan dengan sistem SIPGN yang digunakan BGN. Integrasi tersebut diharapkan dapat mempermudah proses administrasi dan pelaporan di tingkat dapur.

"Bagaimana caranya tim yang atau orang yang bekerja di lapangan di dapur itu kemudian dengan sistem dia bisa bekerja dengan tertib dan dipermudah untuk pelaporannya," katanya.

Pembenahan sistem pelaporan dilakukan seiring dengan penataan terhadap SPPG yang menjalankan program MBG. Dari total 27.485 SPPG, BGN telah menetapkan 27.022 SPPG untuk melayani sekolah-sekolah yang telah ditentukan.

Sementara itu, sebanyak 463 SPPG masih ditangguhkan karena profilnya belum lengkap dan masih menjalani proses pengecekan.

Selain pembenahan administrasi, BGN berencana melibatkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan dalam pengawasan keuangan, khususnya untuk dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sudaryono mengatakan BGN meminta dapur-dapur MBG di wilayah 3T melibatkan DJKN untuk melakukan appraisal. Penilaian tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengetahui nilai dapur serta menjadi pertimbangan dalam menentukan insentif dan tingkat kemahalan di wilayah tersebut.

"Termasuk juga kami minta SPPG-SPPG atau dapur-dapur di 3T itu melibatkan DJKN di Kementerian Keuangan untuk di-appraisal," kata Sudaryono.

Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, integrasi sistem digital, serta keterlibatan DJKN, BGN berharap pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan program MBG dapat berjalan lebih tertib dan akuntabel.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement