JAKARTA – Pemerintah merancang arah kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027 guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Strategi ini disusun dengan mempertimbangkan daya tahan ekonomi domestik di tengah tingginya ketidakpastian pasar global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, realisasi kinerja ekonomi serta efektivitas fiskal sepanjang 2026 menjadi dasar utama dalam merumuskan arsitektur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
“Dengan mencermati perkembangan ekonomi terkini serta prospek ke depan, arah kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Purbaya juga menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 hanya dapat diraih melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, Bank Indonesia, regulator sektor keuangan, dunia usaha, hingga pemerintah daerah.
“Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan dunia usaha sehingga masing-masing instrumen dapat bekerja secara optimal, proporsional, dan saling menguatkan,” kata Purbaya.