Yuliot juga menyoroti China dalam kaitannya dengan harga listrik dan daya saing industri. Industri teknologi tinggi (high-tech) di China memperoleh harga listrik khusus yang berada di kisaran 4 sen dolar AS per kWh. Kondisi tersebut membuat industri manufaktur di China tumbuh lebih pesat.
Harga listrik tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga listrik di Indonesia. Saat ini, harga listrik di Indonesia berada di kisaran 8 sen dolar AS per kWh.
"Sehingga daya saing industri China untuk produksi-produksi yang sifatnya masif itu justru lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain," ujar Yuliot.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.