JAKARTA — Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Krakatau. Berdasarkan NOTAM terbaru AirNav Indonesia, penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyampaikan bahwa Bandara Soekarno-Hatta sempat berstatus Aerodrome Closed pada pukul 01.30–05.30 WIB berdasarkan NOTAM A3341/26. Penutupan tersebut dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta. Pada rute internasional, terdapat 16 penerbangan dibatalkan, 7 penerbangan ditunda, dan 5 penerbangan dijadwalkan kembali.
Sementara pada rute domestik, terdapat 4 penerbangan dibatalkan dan 1 penerbangan dialihkan ke bandara lain.
InJourney Airports juga mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta. Prosedur tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan, bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai, serta penyediaan sejumlah area khusus di terminal.