Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke 5 Wilayah, 6 Bandara Ditutup

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |07:27 WIB
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke 5 Wilayah, 6 Bandara Ditutup
Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru, enam bandar udara masih berstatus closed dengan estimasi penutupan hingga Senin. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas hingga lima wilayah, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Kondisi tersebut berdampak pada operasional enam bandar udara yang ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.

Informasi tersebut berdasarkan pembaruan aeronautika AirNav Indonesia terkait kondisi ruang udara dan operasional sejumlah bandar udara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik telah meluas ke wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

Di sisi lain, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembaruan informasi aeronautika terkait operasional penerbangan.

Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru, enam bandar udara masih berstatus closed dengan estimasi penutupan hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB.

Keenam bandar udara tersebut yaitu:
1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.20 WIB.
2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.26 WIB.
3. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.23 WIB.
4. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.31 WIB.
5. Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.29 WIB.
6. Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.36 WIB.
AirNav Indonesia melakukan penutupan sementara sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik di ruang udara.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan diperbarui sesuai dengan kondisi aktual dan perkembangan informasi keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement