Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembaga dan Kedaulatan Mineral RI: Dari Grasberg ke Industri Nasional

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |08:32 WIB
Tembaga dan Kedaulatan Mineral RI: Dari Grasberg ke Industri Nasional
Pengelohaan Mineral (Foto: Okezone)
A
A
A

PTFI dan ANTAM sebelumnya juga telah menyepakati pembelian emas hingga 30 ton per tahun.

Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika mengatakan integrasi antara perusahaan dalam holding menjadi bagian dari strategi untuk membangun rantai nilai mineral yang saling mendukung.

“MIND ID tidak melihat setiap aset dan perusahaan sebagai entitas yang berdiri sendiri. Kami mengintegrasikan sumber daya dan kapabilitas Anggota Holding agar dapat saling mendukung, sehingga hasil pengolahan mineral dapat terus dikembangkan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional dan memberikan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Selly, Rabu (9/9/2026).

Integrasi tersebut juga memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar emas domestik. Data World Gold Council mencatat permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 31,6 ton pada 2025. Sementara itu, konsumsi emas untuk perhiasan mencapai 16,6 ton.
Dengan demikian, total kebutuhan kedua segmen tersebut mencapai sekitar 48,2 ton. Angka tersebut mendekati kapasitas produksi emas PMR PTFI yang mencapai sekitar 50 ton per tahun.

Selly mengatakan peningkatan kebutuhan terhadap mineral strategis membuat penguatan rantai nilai menjadi semakin penting. Menurut dia, pengembangan PTFI tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara pertambangan, pengolahan, pemurnian, hingga industri hilir di dalam negeri.

“Integrasi ini menjadi penting karena kebutuhan terhadap mineral strategis terus meningkat. Pengembangan PTFI tidak hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana pertambangan, pengolahan, pemurnian, dan industri hilir dapat saling terhubung,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, percepatan pemulihan produksi Grasberg dan optimalisasi Smelter PTFI di Gresik menjadi bagian penting dari penguatan rantai nilai. Keduanya tidak hanya berpengaruh terhadap kapasitas produksi tembaga, tetapi juga meningkatkan peluang pemanfaatan mineral ikutan dan produk turunannya di dalam negeri.

Menurut Selly, pengelolaan sumber daya mineral tersebut merupakan bagian dari upaya membangun industri pertambangan yang memiliki kendali lebih besar atas proses pengolahan dan pemanfaatan hasil tambang.

“Apa yang MIND ID kerjakan hari ini adalah bagian dari perjalanan membangun industri pertambangan yang berdaulat, di mana kekayaan alam yang kita miliki dapat kita kelola dan kembangkan semaksimal mungkin untuk kepentingan bangsa. Sumber daya Indonesia harus menjadi kekuatan bagi generasi hari ini sekaligus fondasi bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Penguasaan aset strategis, pengembangan fasilitas pemurnian, dan integrasi antar-Anggota Holding menjadi bagian dari proses memperpanjang rantai nilai mineral di Indonesia. Dengan pengolahan yang lebih terintegrasi, hasil tambang tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas, tetapi juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement