Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuasai 40 Persen Ekonomi Dunia, Kadin Siapkan Strategi Garap Pasar BRICS 

Rohman Wibowo , Jurnalis-Minggu, 13 September 2026 |16:05 WIB
Kuasai 40 Persen Ekonomi Dunia, Kadin Siapkan Strategi Garap Pasar BRICS 
Negara-negara anggota BRICS membuka akses pasar secara konkret agar Indonesia, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Foto: Okezone.com/Setpres)
A
A
A

Oleh sebab itu, Anin menekankan bahwa diskursus perdagangan dan jasa intra-BRICS tidak boleh berkutat pada tataran konsep teoretis semata. Kemitraan ekonomi antaranggota wajib memecahkan persoalan praktis dunia usaha di lapangan, mulai dari kemudahan menemukan mitra bisnis lintas negara, kepastian membuka akses pasar, keterjangkauan pasokan rantai jasa penunjang, hingga kelancaran sistem pembayaran yang cepat dan aman.

Keterkaitan antara sektor manufaktur dan jasa dinilai Anin saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Fasilitas pabrik senantiasa memerlukan dukungan teknologi informasi, permodalan, perangkat lunak, sistem logistik, dan ketersediaan tenaga kerja terampil.

Penguatan sektor jasa otomatis mengokohkan fondasi industrialisasi, sementara ekspansi industri akan terus menciptakan permintaan baru terhadap berbagai lini jasa.

Bagi kepentingan nasional, pola kerja sama terintegrasi ini sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo dalam mengakselerasi program hilirisasi dan mencetak SDM unggul.

Di sisi lain, kolaborasi pada sektor jasa lintas negara diyakini mampu memperluas akses publik terhadap sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan bermutu tinggi.

Untuk mengoptimalkan ceruk pasar perdagangan dan jasa intra-BRICS secara terukur, Anin mengajukan tiga langkah prioritas:

Pertama, negara-negara BRICS harus memangkas hambatan mobilitas pelaku usaha dan tenaga profesional lintas batas. BRICS Business Council didorong memetakan hambatan regulasi yang dihadapi sektor privat, kemudian menyodorkan rekomendasi solutif yang aplikatif kepada pemerintah masing-masing.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement