JAKARTA – Pemerintah menyiapkan penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk transfer tunai dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp5,4 juta per keluarga. Namun, pemerintah masih merancang mekanisme penyaluran agar dana bantuan digunakan sesuai kebutuhan penerima dan tidak disalahgunakan.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mengarahkan bansos tersebut untuk diberikan dalam bentuk tunai. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penggunaan kupon untuk mengatur pemanfaatan bantuan.
“Bansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya,” ujar Luhut.
Luhut mengatakan pemerintah masih menghitung besaran bantuan yang akan diberikan. Berdasarkan perhitungan sementara, nilai bansos dapat mencapai sekitar Rp5,4 juta per keluarga. Namun, nominal tersebut belum final karena masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
“Nanti tergantung Presiden, kalau kelihatan nanti karena penghematan kami hitung, bisa Rp1.200 triliun,” ujarnya.