Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Dibayangi Tekanan Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |08:19 WIB
IHSG Dibayangi Tekanan Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (17/9/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
A
A
A

Konsultasi tersebut masih berlangsung hingga 30 September 2026, sementara hasil dan jadwal implementasinya akan diumumkan paling lambat 30 Oktober 2026. Karena itu, Hendra menekankan bahwa pengumuman tersebut tidak tepat jika langsung diterjemahkan sebagai adanya saham Indonesia yang otomatis dikeluarkan atau dikurangi bobotnya.

Namun, sensitivitas investor terhadap MSCI saat ini memang sangat tinggi. Setiap perubahan metodologi, mekanisme indeks, maupun potensi dampaknya terhadap rebalancing dan arus dana pasif dapat dengan cepat diterjemahkan pasar menjadi sentimen.

"Jadi, yang perlu diwaspadai bukan pengumuman MSCI tersebut sebagai pemicu aksi jual langsung, melainkan bagaimana investor merespons setiap perkembangan MSCI ketika kepercayaan terhadap pasar domestik belum sepenuhnya pulih," kata Hendra.

Hendra menekankan bahwa untuk perdagangan hari ini, level 6.371 menjadi garis pertahanan penting IHSG. Level tersebut sebelumnya sempat disentuh pada 14 September sebelum indeks rebound dan ditutup di 6.534,69.

Jika tekanan akibat sentimen The Fed kembali membawa IHSG mendekati 6.371, tetapi buyer mampu mempertahankannya, peluang technical rebound masih terbuka.

"Sebaliknya, apabila 6.371 ditembus dengan tekanan jual yang besar dan diikuti pelemahan saham-saham big caps, risiko koreksi lanjutan akan semakin meningkat. Dalam kondisi tersebut, investor perlu mewaspadai terbentuknya level terendah baru karena support yang selama ini menjadi pijakan buyer sudah kehilangan kekuatannya," kata Hendra.

Sementara itu, dia menggarisbawahi area 6.552 sebagai resistance sekaligus level konfirmasi penting. IHSG sebelumnya sempat menyentuh 6.552,79 pada 11 September sebelum kembali melemah.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement