Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkeu Catat Pembiayaan Utang Rp506 Triliun per Agustus 2026

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 18 September 2026 |17:08 WIB
Kemenkeu Catat Pembiayaan Utang Rp506 Triliun per Agustus 2026
Kemenkeu soal Pembiayaan Utang (Foto: Okezone)
A
A
A

Menurutnya, pasar SBN Indonesia terbukti memiliki daya tahan yang solid serta terus memikat minat investor.

"Pasar SBN kita tetap solid di tengah ketidakpastian global. Respons APBN memastikan pasar solid," tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan APBN yang kredibel dan terukur menjadi jangkar utama yang mempertahankan daya tarik instrumen utang pemerintah di mata pemodal internasional.

"RI masih relatif oke, kita ada spread yang tetap membuat bisa mengundang pemodal asing untuk beli SBN kita," jelas Suahasil.

Kementerian Keuangan memastikan pembiayaan utang terus dikelola secara pruden, terukur, dan disiplin dengan memperhitungkan kondisi kas negara serta dinamika pasar. Langkah ini diimbangi strategi active cash and debt management demi menjamin ketersediaan likuiditas yang memadai, menekan biaya utang agar tetap efisien, serta mengendalikan risiko secara terukur.

Dengan capaian yang telah melampaui 60 persen dari target tahunan tersebut, pemerintah optimistis pembiayaan APBN 2026 akan terus berjalan sesuai target tanpa memicu gejolak pada stabilitas pasar keuangan domestik.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement