Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Infrastruktur dan UMKM di Daerah Dapat Fasilitas Pembiayaan hingga Rp1 Triliun

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 29 September 2026 |21:51 WIB
Proyek Infrastruktur dan UMKM di Daerah Dapat Fasilitas Pembiayaan hingga Rp1 Triliun
Pembiayaan proyek infrastruktur dan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat dukungan pembiayaan. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Pembiayaan proyek infrastruktur dan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat dukungan melalui skema penjaminan dengan potensi nilai fasilitas hingga Rp1 triliun. Skema tersebut menyasar kontraktor proyek daerah sekaligus pelaku UMKM yang memiliki kelayakan usaha, tetapi belum memiliki agunan tambahan yang memadai.

Dukungan tersebut diperkuat melalui penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Kedua PKS tersebut mencakup Kontra Bank Garansi dan Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui skema Kontra Bank Garansi, Askrindo memberikan fasilitas kontra jaminan atas produk Bank Garansi yang diterbitkan Bank Kalsel dengan potensi nilai fasilitas mencapai Rp1 triliun. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan kontraktor dan penyedia jasa konstruksi dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Skema tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan cash collateral atau agunan kas dalam jumlah besar bagi kontraktor dalam memperoleh fasilitas Bank Garansi.

Direktur Utama Askrindo R Mahelan Prabantarikso mengatakan dukungan terhadap pembiayaan proyek daerah dan UMKM merupakan bagian dari peran penjaminan dalam memperkuat perekonomian daerah.

"Melalui Kontra Bank Garansi, kami mengamankan proyek berskala besar di daerah agar berjalan akuntabel dan lancar. Di sisi lain, melalui penjaminan KUR, kami menjaga ketahanan ekonomi akar rumput dengan memberikan kepastian mitigasi risiko bagi Bank Kalsel dalam menyalurkan modal kerja kepada UMKM lokal," ujar Mahelan, Selasa (29/9/2026).

Selain mendukung pembiayaan proyek infrastruktur, Askrindo dan Bank Kalsel juga memperpanjang kerja sama Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam skema tersebut, Askrindo bertindak sebagai penjamin bagi pelaku UMKM di Kalimantan Selatan yang dinilai layak secara bisnis, tetapi belum memiliki agunan tambahan yang memadai atau feasible but not bankable.

Penjaminan KUR tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan penyaluran kredit produktif Bank Kalsel sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di wilayah Kalimantan Selatan.

"Sinergi penjaminan KUR ini diproyeksikan mampu mendongkrak target penyaluran kredit produktif Bank Kalsel sekaligus menguatkan inklusi keuangan di wilayah tersebut," tambah Mahelan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan dukungan penjaminan Askrindo dapat memperkuat kapasitas perbankan dalam mengembangkan portofolio pembiayaan di daerah.

Menurut Fachrudin, kehadiran Askrindo sebagai mitra penjaminan membantu Bank Kalsel memperluas pembiayaan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kesehatan, dan prinsip kehati-hatian.

Dengan dukungan penjaminan tersebut, pembiayaan untuk proyek infrastruktur dan UMKM di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berkembang sekaligus memberikan dampak ekonomi lanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di daerah.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement