Potensi permintaan juga dapat berasal dari proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik Chandra Asri Pacific. Proyek yang terdiri atas fasilitas Chlor Alkali berkapasitas 400 KTA dan EDC 500 KTA itu telah mencapai progres konstruksi 72 persen hingga Juli 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Bagi CDIA, pengembangan CA-EDC berpotensi menambah kebutuhan terhadap listrik, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan layanan logistik. Namun, besaran kontribusi proyek tersebut terhadap pendapatan maupun laba CDIA belum dapat dipastikan karena belum terdapat estimasi spesifik yang diungkapkan.
Keterkaitan dengan ekosistem industri juga tercermin dari kontribusi transaksi pihak berelasi yang mencapai 22,3 persen dari pendapatan CDIA pada semester I 2026. Di bisnis logistik, Chandra Asri Group menyumbang sekitar 60 persen kapasitas pengiriman CDIA, dengan kontrak time charter yang umumnya memiliki tenor hingga masa ekonomis kapal.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.