Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata ini Perbedaan Sistem Transportasi Online Indonesia dengan Korsel hingga Eropa

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |07:48 WIB
Ternyata ini Perbedaan Sistem Transportasi Online Indonesia dengan Korsel hingga Eropa
Transportasi Online (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Setiap negara memiliki perlakuan yang berbeda dalam menyikapi penyelenggaraan sistem transportasi online yang saat ini tengah marak berkembang. Indonesia dinilai masih perlu dibenahi, terutama dalam hal perlindungan dan kesejahteraan pengemudi.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai pemerintah perlu mengubah pendekatan dalam mengatur transportasi berbasis aplikasi. Menurut dia, perhatian pemerintah semestinya tidak hanya tertuju pada perusahaan aplikator, tetapi juga pada pengemudi sebagai pekerja.

"Sudah saatnya pemerintah melihat pengemudi ojek online sebagai pekerjaan, bukan informal, dilindungi, dan berlisensi. Aplikasi hanya kelengkapan kerja, bukan penentu pekerjaan," ujar Djoko dalam pernyataan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Sistem transportasi online di berbagai negara memiliki karakteristik berbeda, mulai dari dominasi aplikasi lokal, kemitraan dengan perusahaan taksi konvensional, hingga model bisnis yang menekankan kesejahteraan pengemudi. 

Perbedaan ini terlihat di Korea Selatan, China, Jepang, Vietnam, India, Malaysia, dan sejumlah negara Eropa jika dibandingkan dengan Indonesia yang didominasi layanan ojek motor dan mobil berbasis aplikasi.

Di Korea Selatan, Kakao T menjadi salah satu platform mobilitas utama yang mengintegrasikan layanan taksi. Sementara itu, China mengandalkan DiDi Chuxing sebagai salah satu pemain terbesar, dengan layanan pemesanan mobil dan taksi yang terintegrasi dengan ekosistem digital seperti WeChat dan Alipay.

Berbeda dengan Indonesia yang identik dengan ojek motor melalui Gojek dan Grab, layanan transportasi online di Jepang lebih banyak terhubung dengan armada taksi konvensional. Aplikasi GO menjadi salah satu pemain utama dengan jaringan perusahaan taksi berlisensi yang tersebar di berbagai wilayah.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement