2 Tahun Prabowo-Gibran, Hilirisasi Jadi Penggerak Investasi dan Kemandirian Energi (Foto: Setpres)
Di samping industrialisasi, ketersediaan energi yang andal dan kompetitif menjadi fondasi vital bagi keberlanjutan industri pengolahan. Oleh karena itu, percepatan hilirisasi terus diselaraskan dengan penguatan ketahanan energi dan transisi menuju energi bersih.
Salah satu terobosan besar dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran adalah peluncuran program biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo pada Juli 2026 lalu, yang menjadi bukti nyata pemanfaatan sumber daya domestik demi kemandirian energi nasional.
Di bawah koordinasi Kementerian Investasi yang dipimpin Rosan Roeslani, Indonesia secara aktif mengundang investor global dan domestik untuk mengembangkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, hidro, dan panas bumi serta mengoptimalkan potensi mineral kritis pendukung teknologi hijau.
Todotua menegaskan bahwa kepastian hukum, kemudahan regulasi, pembangunan infrastruktur, dan sinergi erat dengan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menarik investasi EBT.
"Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi industri, membuka jutaan lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional," katanya.
Menjelang dua tahun masa bakti pemerintahan Prabowo-Gibran, seluruh jajaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi berkomitmen menjadikan hilirisasi dan transisi energi sebagai motor penggerak pembangunan nasional.
“Transisi energi tidak seharusnya menjadi beban pembangunan. Sebaliknya, transisi energi harus menjadi jendela menuju ketahanan energi, peningkatan daya saing industri, dan kemakmuran nasional,” pungkas Todotua.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.