Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.992 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |15:29 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.992 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Serangan-serangan baru ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan dan menegaskan risiko yang terus ada terhadap pasokan energi dari wilayah tersebut, sehingga menjaga harga minyak tetap berada di atas $100 per barel.

Pernyataan terbaru dari para pejabat The Fed juga mengisyaratkan keterbukaan terhadap pengetatan lebih lanjut, meskipun mereka belum memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga pada pertemuan pada 27–28 Oktober.

Saat berbicara di Bangkok pada hari Jumat, Ketua The Fed Kevin Warsh tetap pada pendiriannya untuk menghindari pemberian panduan ke depan, dengan menyatakan, “Saya tidak ingin berprasangka terhadap hasil pertemuan mendatang.”

Minggu ini, agenda ekonomi AS tidak akan diisi oleh pidato dari para pejabat Federal Reserve (The Fed) karena bertepatan dengan periode blackout (masa tenang) menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Oktober.

Namun, sejumlah data ekonomi tetap akan dirilis, seperti data mingguan klaim tunjangan pengangguran, serta data awal (flash) PMI dari S&P Global.

Dari sentimen dalam negeri, realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target tahun ini, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.194.496 orang.

Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Sementara itu, total investasi dari Januari sampai September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target.

Realisasi investasi selama sembilan bulan pertama 2026 terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.

Dari sisi sektor, industri logam dasar serta barang logam yang bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar PMA, dengan nilai Rp216,6 triliun atau 31,7 persen.

Sementara itu, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mendominasi PMDN dengan realisasi Rp117,8 triliun atau 15,5 persen.

Secara kumulatif, realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dihitung sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, mencapai Rp3.923,2 triliun. 

Investasi tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja, dengan kontribusi wilayah Jawa sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen dan luar Jawa Rp2.031 triliun atau 51,8 persen.

Pemerintah menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029 guna mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Dari total investasi kumulatif tersebut, PMDN mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen, sedangkan PMA sebesar Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.900-Rp18.040 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement