Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bidik Pertumbuhan 6 Persen pada 2027, Ini Tiga Strategi Kemenkeu

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |12:02 WIB
Bidik Pertumbuhan 6 Persen pada 2027, Ini Tiga Strategi Kemenkeu
Pemerintah akan mengoptimalkan APBN untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi, dan memperkuat aktivitas dunia usaha. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Kementerian Keuangan mengandalkan kebijakan fiskal terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah akan mengoptimalkan APBN untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi, dan memperkuat aktivitas dunia usaha.

“Waspada harus, panik jangan. Tetap optimistis, tapi optimismenya harus realistis,” ujar Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Keuangan Wahyu Utomo, Rabu (21/10/2026).

Menurut Wahyu, Indonesia memiliki sejumlah modal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, antara lain inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan, cadangan devisa yang memadai, dan pertumbuhan kredit dua digit.

Pemerintah juga akan mempercepat belanja produktif dengan tetap menjaga disiplin fiskal. Langkah ini diharapkan dapat mendorong produksi, membuka lapangan kerja, dan mempertahankan daya beli masyarakat.

Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, pemerintah menyiapkan tiga pendekatan, yakni pragmatis, transformatif, dan diplomatis.

Pendekatan pragmatis berfokus pada penguatan konsumsi rumah tangga dan investasi melalui dukungan terhadap sektor produktif, seperti manufaktur, perdagangan, dan pertanian. Pendekatan transformatif diarahkan pada penguatan investasi, industrialisasi, dan industri berorientasi ekspor. Sementara itu, pendekatan diplomatis bertujuan memperluas akses pasar, menarik investasi, serta membuka peluang perdagangan dan lapangan kerja di luar negeri.

Dalam rancangan APBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.435,1 triliun dan belanja negara Rp4.106,3 triliun. Dengan target tersebut, defisit anggaran direncanakan sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), masih di bawah batas 3 persen.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement