JAKARTA - Danantara Indonesia memastikan gelombang konsolidasi dan merger BUMN yang tengah berjalan berujung pada lonjakan signifikan laba bersih korporasi pelat merah. Lewat perampingan portofolio dan pembenahan model bisnis, laba bersih konsolidasi BUMN tahun ini ditargetkan mampu menembus angka Rp360 triliun atau melampaui 20 miliar dolar AS secara riil.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menekankan soal restrukturisasi korporasi ini dirancang agar integrasi entitas pelat merah mampu mengikis beban inefisiensi yang selama ini menggerus profitabilitas perseroan.
"Kini seluruh BUMN berada dalam lintasan kinerja yang sangat positif. Tahun ini, kami menargetkan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp360 triliun atau lebih dari 20 miliar dolar AS secara murni dan benar," ujar Dony dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dony menyoroti soal lonjakan profitabilitas tersebut bertumpu pada agenda konsolidasi besar-besaran terhadap sekitar 200 perusahaan yang dilebur berdasarkan kesamaan lini bisnis.
Penataan ini mencakup peleburan 23 kawasan industri menjadi satu entitas, lima pengelola manajemen aset/investasi menjadi satu, serta penggabungan 60 rumah sakit BUMN ke dalam satu induk perusahaan.
Selain itu, 120 hotel pelat merah disatukan di bawah satu payung usaha, 16 perusahaan asuransi diperas menjadi tiga entitas untuk asuransi jiwa, umum, dan kredit, serta perusahaan sekuritas dirampingkan menjadi dua entitas, di mana prosesnya ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Integrasi skala besar tersebut diimbangi dengan perombakan mendasar pada sistem penetapan harga produk komoditas strategis demi mempertebal marjin usaha. Dony mencontohkan bagaimana penghapusan skema biaya lama pada industri pupuk berhasil melipatgandakan keuntungan bersih dalam waktu singkat.
"Dahulu model bisnis pupuk bersubsidi menggunakan cost-plus yang keliru karena makin boros makin untung, lalu kami ubah menjadi berbasis harga pasar (mark-to-market). Hasilnya kita mampu membangun delapan pabrik pupuk baru dan laba bersih BUMN pupuk melesat lebih dari 200 persen dalam enam bulan," tutur Dony.
Di samping konsolidasi bisnis inti, penyehatan kas negara digenjot melalui penutupan 213 entitas yang tidak produktif, termasuk likuidasi 50 anak dan cucu usaha Telkom serta 124 entitas di bawah naungan Pertamina. Danantara juga mengeksekusi restrukturisasi keuangan mendalam pada 15 perseroan seperti Krakatau Steel, Kimia Farma, dan Garuda Indonesia serta mendivestasi hampir 208 perseroan non-inti, terutama BUMN karya yang merambah bisnis perhotelan, jaringan serat optik, atau lini usaha berskala terlampau mini.
Serangkaian langkah rasionalisasi ini diproyeksikan menyusutkan total 1.074bentitas BUMN hingga menyisakan kurang dari 200 perusahaan saja di bawah Danantara.
Penertiban entitas yang membebani kas perusahaan pelat merah tersebut diklaim sebagai operasi perampingan organisasi bisnis terbesar di tingkat global. Aksi korporasi ini dinilai krusial untuk mengeliminasi tumpang tindih operasional yang selama ini memicu kebocoran neraca keuangan.
"Hingga hari ini, Danantara telah merampingkan dan menutup 364 perusahaan BUMN yang merugi atau tidak efisien. Ini merupakan restrukturisasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan di dunia, dari 1.074 perusahaan disederhanakan hingga di bawah 200 perusahaan," kata Dony.
Dony menggarisbawahi bahwa target laba bersih Rp360 triliun pada tahun ini merupakan angka riil yang bebas dari manipulasi keuntungan semu.
Sepanjang 18 bulan pembenahan, Danantara telah menuntaskan pembersihan pembukuan melalui penghapusbukuan atau penurunan nilai aset (impairment) senilai Rp135 triliun atas pencatatan masa lalu yang tidak akurat.
Selain itu, manajemen berani mengambil langkah pemotongan kerugian, termasuk menyetujui proposal penghentian kerugian yang diajukan oleh Telkom dan beberapa BUMN lainnya demi menegakkan tata kelola perusahaan yang baik.
Koreksi atas klaim laba masa lampau dipandang sebagai fondasi mutlak agar BUMN dapat membukukan pertumbuhan laba yang sehat dan berkelanjutan. Otoritas penata BUMN memastikan bahwa seluruh kinerja finansial kini diawasi secara ketat agar setiap hasil merger memberikan kontribusi keuntungan nyata bagi negara.
"Kami ingin seluruh BUMN dikelola bersih dengan tata kelola yang benar, dan proses pembersihan Rp135 triliun telah tuntas untuk mengoreksi keuntungan semu di masa lampau. Dana tersebut sangat besar, dan hari ini target laba Rp360 triliun adalah laba yang murni dan benar," urai Dony.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.