Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 7,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp1,4 triliun pada kuartal III-2025.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan segmen makanan dan minuman sebesar 13,9% secara tahunan. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton sebesar 15,8% YoY.
Sementara itu, pendapatan dari penjualan tiket bioskop relatif stabil. Perseroan mencatat kenaikan harga tiket rata-rata (average ticket price/ATP) sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya tingkat okupansi pada studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA Cinema XXI tumbuh 14% secara tahunan pada kuartal III-2026. Marjin EBITDA juga meningkat menjadi 32,1%, dibandingkan 30,3% pada kuartal III-2025.
Pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam mempertahankan kinerja operasional di tengah dinamika perekonomian.
Pendapatan Periklanan dan Platform Digital Melonjak 59,1%
Selain mengandalkan bisnis utama, Cinema XXI terus mengembangkan sumber pendapatan lainnya, termasuk periklanan dan platform digital.