JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mencatat pertumbuhan pendapatan neto sebesar 46% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22,24 triliun hingga kuartal III-2026. Pertumbuhan tersebut diikuti perbaikan efisiensi operasional dan peningkatan kinerja EBITDA, seiring kontribusi positif dari seluruh segmen usaha.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan perseroan, pendapatan neto Global Digital Niaga mencapai Rp22,24 triliun pada sembilan bulan pertama 2026 (9M26), meningkat dari Rp15,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kuartalan, pendapatan neto perseroan pada kuartal III-2026 (3Q26) tumbuh 31% yoy menjadi Rp7,41 triliun, dibandingkan Rp5,64 triliun pada kuartal III-2025.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan kontribusi dari seluruh segmen bisnis, terutama ritel pihak pertama (first-party/1P), yang didorong oleh penjualan produk smartphone dan olahraga. Kontribusi dari bisnis online travel agent (OTA) dan segmen institusi juga meningkat, seiring ekspansi jaringan toko fisik yang memperkuat strategi omnichannel perseroan.
Dari sisi profitabilitas, BELI mencatatkan peningkatan take rate menjadi 9,1% pada 9M26, dibandingkan 8,4% pada periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal III-2026, take rate perseroan bahkan mencapai 9,3%.
Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (gross profit before discount/GPBD) sebesar 20% yoy selama sembilan bulan pertama 2026. Khusus pada kuartal III-2026, GPBD tumbuh 26% yoy.