Dwi memperkirakan harga gula yang menguntungkan dapat menarik lebih banyak petani untuk menanam tebu pada tahun depan. Dengan demikian, peningkatan luas areal dan produktivitas diharapkan dapat menopang kenaikan produksi nasional.
Meski produksi gula konsumsi menunjukkan peningkatan, industri pergulaan nasional masih menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan gula secara mandiri. Pemerintah juga menargetkan swasembada gula industri serta pengembangan bioetanol melalui penerapan mandatori pencampuran etanol dalam bahan bakar, dari E5 menuju E20.
Menurut Dwi, keberlanjutan program bongkar ratun dan stabilitas iklim usaha menjadi faktor penting untuk menjaga peningkatan produksi. Kepastian harga dan kebijakan pemerintah juga diperlukan agar petani tetap memiliki insentif untuk memperluas areal tanam.
Peningkatan produksi pada 2026 menjadi salah satu perkembangan penting bagi industri gula nasional. Namun, pencapaian swasembada tetap membutuhkan peningkatan produktivitas, perluasan areal tebu, serta penguatan kapasitas industri pengolahan gula.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.