Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penuhi Pasolan, Riaupulp Percepat Panen Kayu

Whisnu Arto Subari , Jurnalis-Senin, 31 Maret 2008 |16:56 WIB
Penuhi Pasolan, Riaupulp Percepat Panen Kayu
A
A
A

JAKARTA - Sejak sulit mendapatkan bahan baku dan stok bahan baku kayu yang terus menipis pemenuhan bahan baku industri pulp, di Riau terpaksa diambil dari tanaman akasia yang berumur lima tahun. Teorinya, akasia ini harus dipanen dua tahun lagi.

Akibatnya, rendemen menjadi rendah sehingga volume realisasi kayu 2007 menjadi 10,5 juta meter kubik. "PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) masih memiliki stok 1,2 juta ton kayu pada akhir 2006. Sedangkan pada akhir 2007 hanya tersisa 300 ribu ton," ungkap Manajer Humas RAPP Troy Pantouw, di Jakarta, seperti dikutip Senin (31/3/2008).

Sebelumnya, laporan Greenomics Indonesia yang menyebutkan Riau Andalan Pulp and Paper (Riaupulp) kelebihan bahan baku sebanyak 1,5 juta m3 dari rencana pemenuhan bahan baku industri (RPBBI) 2007.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Departemen Kehutanan Bambang Moerdiono, RPBBI adalah dokumen perencanaan yang pada saat realisasinya bisa terjadi kekurangan atau kelebihan bahan baku dari rencana awal.

Jadi, Kelebihan realisasi pemenuhan bahan baku dari rencana pemenuhan bahan baku industri (RPBBI) tidak berarti industri pengolahan kayu melakukan pelanggaran. "Selama berasal dari sumber yang legal, tidak ada masalah jika kelebihan," kata Bambang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.P.16/Menhut-II/2007 tentang RPBBI, industri kehutanan memang punya kewajiban untuk menyusun RPBBI dan melaporkannya realisasinya kepada Dephut.

Bagi industri yang terlambat dan tidak melaporkan RPBBI dikenakan sanksi administratif. Meski demikian, tidak ada sanksi bagi industri yang kedapatan kelebihan bahan baku.

Soal kelebihan bahan baku Riaupulp, Bambang memperkirakan, meski ada kelebihan bahan baku, namun bahan baku yang dimanfaatkan industri tetap sesuai dengan rencana awal. Misalnya, kata dia, tahun 2007 Riaupulp punya RPBBI sebanyak 9 juta m3, kemudian berdasarkan realisasi bahan bakunya sebesar 10,5 juta m3. "Yang dimanfaatkan tetap 9 juta m3," kata dia.

Kelebihan bahan baku yang dilaporkan akan digunakan industri tersebut untuk stok awal 2008. Mengingat stok sempat habis akibat stagnannya pembangunan hutan tanaman mereka karena adanya berbagai permasalahan pemberantasan illegal logging di Riau.

Menurut Bambang, industri kehutanan biasanya mempersiapkan stok "carry over" dari tahun sebelumnya sebagai persediaan di awal tahun ketika rencana kerja tahunan (RKT) pada Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) hutan tanaman industri yang akan memasok bahan baku kayu sedang dalam proses persetujuan.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement