(Foto: Koran SI)
JAKARTA - Pergerakan positif di pasar saham Asia belakangan ini didorong oleh banyaknya jumlah aliran dana asing jangka pendek (hot money) yang mengalir ke kawasan untuk mencari pertumbuhan.
Faktor kunci lain yang menyebabkan banjir likuiditas ini adalah pelonggaran batasan dana keluar di China yang ditujukan untuk investasi asing langsung.
Walhasil, para investor berpesta seperti saat membumbungnya pasar pada akhir 2007. Ketika itu pasar saham regional melaju ke rekor tertingginya, mengikuti usulan China untuk memberikan lampu hijau bagi warga negaranya di China daratan untuk membeli saham langsung di Hong Kong --atau disebut skema 'through train'.
Dalam artikel di Straits Times yang dilansir hari ini, Rabu (29/7/2009), para analis melihat adanya garis pararel langsung antara saat itu dan kini, termasuk risiko penggelembungan aset yang cepat.
Para perdagangan Selasa kemarin, sejumlah perusahaan mencatat lonjakan gain, seperti DBS Group Holdings yang naik 72 sen menjadi USD13,72 dan United Overseas Bank yang naik 54 sen ke USD17,38. Lonjakan juga dialami raksasa properti CapitalLand sebesar 12 sen menjadi USD4,06.
Dalam laporannya pekan lalu, Morgan Stanley mengatakan lonjakan pada pasar regional sama dengan rebound yang disebabkan through train, setelah anjloknya pasar pada Agustus dua tahun lalu.
Dalam beberapa bulan ini, arus hot money ke China telah meningkat. Hasilnya, cadangan devisa China melonjak ke level tertingginya sebesar USD2,13 triliun pada Juni lalu.
Terlepas dari hot money, pemberian pinjaman massif oleh perbankan China menciptakan likuiditas berlimpah, dan menyebabkan pasar saham Shanghai melonjak 88,8 persen tahun ini.
Di Tanah Air sendiri, aliran hot money ke pasar saham belakangan merupakan salah satu pendukung penguatan IHSG dan rupiah. Saat ini IHSG berada di atas level 2.200, sementara rupiah sudah berada di kisaran di bawah Rp10.000/USD. Kemarin sore misalnya, rupiah melenggang di kisaran Rp9.940 per USD, menguat 20 poin dibanding perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp9.960 per USD.
Semakin banyak hot money yang masuk ke lantai bursa, maka akan membuat rupiah mendapatkan berkah penguatan. Namun tetap saja perlu diwaspadai aksi ambil untung karena penguatan terjadi dalam waktu yang cepat. (jri)