JAKARTA - Walau sudah siap, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) pada tahun ini tidak dapat melaksanakan penawaran publik perdana (initial public offering/IPO). Hal ini ditenggarai karena Kemeneg BUMN selaku pemegang sahamnya belum memberikan instruksi.
"IPO tidak mungkin tahun 2009, karena sekarang sudah hampir masuk kuartal IV," kata Direktur Utama PT Jasindo Eko Budiwiyono di Jakarta, Senin (28/9/2009).
Rencananya, pada IPO nanti Jasindo akan melepas sebanyak 30 persen sahamnya. Diharapkan dari aksi tersebut, perseroan bisa mendapatkan dana sebesar Rp500-600 miliar. Dengan demikian, perseroan dapat menambah nilai ekuitas yang mencapai Rp1,5 triliun, dari sebelumnya Rp833 miliar.
Â
Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk mempercepat sektor ritel. "Saat ini perbandingan retail dan korporasi 20:80, dan diharapkan lima tahun lagi perbandingannya bisa menjadi 40:60," ujarnya.
Walau demikian, perseroan hingga saat ini ternyata belum menunjuk siapa penjamin pelaksana emisinya (underwriter).
Di sisi lain, Eko mengatakan, untuk tahun ini premi Jasindo sampai Agustus telah meningkat 18 persen menjadi Rp1,658 triliun bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Insya Allah, target premi 2009 yang mencapai Rp 2,533 triliun tercapai," ucapnya.
Saat ini, Jasindo tengah mengeluarkan Jasindo Guard Card yang memberikan jaminan atas kecelakaan berkenderaan motor dengan nilai voucher Rp25 ribu dengan cover periode satu bulan.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.