JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) menuturkan jika laba bersih (net profit after tax) pada 2010 akan tumbuh lebih dari 11 persen jika dibandingkan dengan 2009 ini.
"Net profit after tax naik cukup tinggi di atas 11 persen," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, saat ditemui di Kantor Kemenneg BUMN, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Adapun pada 2009 ini laba bersih tersebut diproyeksikan akan sebesar Rp485 miliar. "Itu rencana anggaran, tapi itu akan terlampaui," ungkapnya.
Sementara itu, untuk pertumbuhan kredit dipastikan bakal tumbuh di atas 20 persen, di mana angka kredit saat ini adalah Rp16 triliun. "Angka kredit tumbuh di atas 20 persen," ucapnya.
Di samping itu, bunga kredit dikatakannya akan diturunkan lagi. "Kita akan sesuaikan dengan biaya dananya," ucapnya.
Di sisi lain, BTN menargetkan penyaluran kredit pada tahun depan naik 20 persen dari posisi kredit akhir tahun. Optimisme tersebut ditopang oleh perbaikan makro ekonomi dan penurunan suku bunga kredit dari perbankan.
Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia per September 2009, pertumbuhan kredit BTN berada pada urutan ketujuh. Nilai outstanding kreditnya sebesar Rp38,114 triliun atau naik 19,1 persen dari awal tahun 2009 sebesar Rp32,022 triliun dengan pangsa pasar kredit 2,64 persen.
"Hingga akhir tahun kami menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 25 persen menjadi Rp47,64 triliun. Sementara tahun depan, kami menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20 persen menjadi Rp57,2 triliun," jelas Iqbal beberapa waktu lalu.
Adapun kondisi pasar saat ini tidak membuat eskpansi kredit terganggu. Kredit tetap mengucur dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross di bawah empat persen. Hingga kini, BTN menguasai pangsa pasar kredit kepemilikan rumah (KPR) sekira 25,3 persen.
Saat ini pemberian kredit baru BTN sebesar Rp12 triliun-Rp13 triliun. Target hingga akhir tahun akan disalurkan sebesar Rp16 triliun. Sementara bunga kredit per September 2009 rata-rata sebesar 12,5 persen. Angka tersebut sudah turun lima kali sejak awal tahun sebesar 15 persen.Â
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.