Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biar Overbought, Saham BUMI Diprediksi Kian Menanjak

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 30 Desember 2009 |11:25 WIB
Biar <i>Overbought</i>, Saham BUMI Diprediksi Kian Menanjak
Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Walau sudah overbought, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diproyeksikan masih akan menguat pada perdagangan hari ini, yang akan menguji level Rp2.835 per saham.
 
"BUMI pada perdagangan hari ini masih berpotensi menguat," kata analis pasar modal dari Reliance Securities Gina Novrina Nasution dalam analisa hariannya (Daily Insight Technical Analysis), di Jakarta, Rabu (30/12/2009).
 
Dijelaskannya, jika support saham tersebut pada hari ini berada di level Rp2.440 per saham. Sementara resistance I ada di Rp2.667, dan resistance II ada di posisi Rp2.835 per saham.
 
Jika saham ini menyentuh level 2.500, investor disarankan untuk membelinya (buy) dan jika saham sudah menyentuh level 2.625 per saham, akan cukup menguntungkan jika dijual (sell).
 
Sebelumnya, BUMI dikabarkan terus mempersiapkan rencana penjualan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada awal tahun depan. Sebagai langkah awal, perusahaan ini akan meningkatkan modal dasar dan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 7 Januari 2010.
 
Saat ini, jumlah modal dasar BUMI sebanyak 20 miliar lembar saham dan modal disetor mencapai 19,404 miliar lembar saham. Dengan saham dalam portepel sebanyak 596 juta saham, BUMI maksimal hanya bisa menjual saham baru sebesar 3,07 persen dari modal disetor.
 
Padahal, berdasarkan revisi peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nomor IX.D.4. tentang penambahan modal tanpa HMETD, emiten bisa menerbitkan saham baru tanpa melibatkan pemegang saham lama maksimal 10 persen dari modal disetor.
 
Sebelumnya, Bapepam-LK hanya mengizinkan emiten menerbitkan saham baru tanpa HMETD maksimal lima persen dari modal disetor.
 
Demi memaksimalkan perolehan dana dari hasil penerbitan saham baru dan memanfaatkan revisi aturan, BUMI harus menggenjot dulu modal dasarnya. Jika ingin menerbitkan 10 persen saham baru, BUMI harus menambah modal dasarnya sebanyak 1,94 miliar saham.
 
Selanjutnya, tujuan penerbitan saham tanpa HMETD adalah agar BUMI memiliki struktur permodalan yang lebih seimbang dan rasio utang terhadap modal (DER) lebih rendah.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement