Share

Rights Issue Dapat Rp1,6 Triliun, Bumi Resources Bangun Pabrik Biji Emas di Gorontalo

Rabu 19 Januari 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 278 2534457 rights-issue-dapat-rp1-6-triliun-bumi-resources-bangun-pabrik-biji-emas-di-gorontalo-mk1FIelFts.jpg Rights Issue Bumi Resources. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil mendapatkan dana rights issue Rp1,65 triliun. BRMS pun siap tancap gas kembangkan ekspansi bisnisnya.

Direktur Utama BRMS Suseno Kramadibrata mengatakan, setelah merampungkan proses right issue, BRMS siap menyelesaikan ekspansi dengan membangun pabrik pengolahan biji emas yang berlokasi di Gorontalo.

Baca Juga: Pemegang Saham Bumi Resources (BUMI) Setujui Private Placement dengan Konversi OWK

Disampaikannya, pabrik pengolahan bijih emas yang bakal dibangun memiliki kapasitas 2.000 ton bijih per hari. Dia menambahkan, perseroan akan mengalokasikan sebagian dana untuk menyelesaikan konstruksi infrastruktur yang diperlukan seperti jalan tambang, peralatan berat dan transportasi, konstruksi fasilitas pendukung tambang termasuk power supply, waste dump, sediment pond, tailing dam, serta detoxification plant.

Selain itu, perseroan juga akan melanjutkan pemboran di 2 prospek emas di lokasi Motomboto, Gorontalo demi menambah jumlah cadangan bijih emas sebesar 10 juta ton bijih. Proyek tambang emas Gorontalo dapat mulai berproduksi secara komersial pada awal 2024."Kami juga berharap bahwa proyek emas Palu kami sudah dapat mengoperasikan 3 pabrik pengolahan bijih emas dengan total kapasitas sebesar 8.500 ton bijih per hari di kuartal pertama tahun 2024,” ujarnya.

Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) Bayar Utang Rp1,4 Triliun Berkat Harga Batu Bara

Sementara itu, pada tahun ini BRMS mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD76 juta. Belanja modal ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan pabrik pengolahan bijih emas dan pengeboran cadangan emas di Poboya, Palu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Direktur dan Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin Hidayat menjelaskan, dari total dana US$ 76 juta tersebut, sekitar US$ 48 juta digunakan untuk pembangunan pabrik pengolahan bijih emas kedua di Palu. Pabrik Citra Palu Minerals ditargetkan bisa beroperasi pada Juni 2022 dengan kapasitas produksi 4.000 ton per hari.

"Investasi sebesar USD48 juta berasal dari pinjaman dari AP Investment sebesar USD30 juta dan dari PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar USD18 juta. Dana investasi ini dialokasikan untuk Juni 2020 hingga Maret 2022," kata Herwin, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (19/1/2022).

Kemudian, sekitar US$ 23 juta akan digunakan untuk pengeboran empat prospek emas agar bisa menambah cadangan dan sumber daya emas sebesar 15 juta ton. Dana ini bersumber dari penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue I yang digelar April lalu dengan dana sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara, sekitar US$ 5 juta akan digunakan untuk mendukung pembangunan pabrik pengolahan bijih emas ketiga, terutama untuk pengeboran dan pembukaan jalan.

Herwin mengungkapkan, total belanja modal untuk membangun pabrik berkapasitas 4.000 ton per hari tersebut mencapai US$ 48 juta. Dana dialokasikan untuk periode Juni 2022 hingga satu bulan sebelum pabrik rampung pada Februari 2024.

"Dana untuk pembangunan pabrik ketiga juga berasal dari rights issue pertama," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini