Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Right Issue BNI Mencapai Rp6 Triliun

Wilda Asmarini , Jurnalis-Senin, 15 Maret 2010 |18:17 WIB
<i>Right Issue</i> BNI Mencapai Rp6 Triliun
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Penerbitan saham baru (right issue) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang direncanakan akan dilakukan pada pertengahan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5-6 triliun.

Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditanyai wartawan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (15/3/2010).

"Kalau dari rights issue mungkin sekitar Rp5-6 triliun, Rp6 triliun lah barangkali," ungkap Mustafa.

Oleh karena itu, kementerian BUMN akan berbicara dengan Menteri Keuangan guna bisa memasukkannya ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2010. "Mestinya kan awal tahun itu masuk untuk tahun anggaran bersangkutan. Tapi kalau ini kan sudah terlambat, saya akan konsultasi ke Menkeu, lihat kemungkinan untuk masuk kepada APBN-P, saya kira itu penting," jelasnya.

Selain right issue, BNI juga akan mengeluarkan obligasi subordinasi (subdebt) sekira Rp1-2 triliun. "Subdebt mungkin sekitar Rp1-2 triliun, lebih kecil, angkanya masih definitif," ujarnya.

Right issue BNI ini dilakukan guna mendapatkan insentif pajak dengan jumlah saham mencapai 40 persen, termasuk greenshoe di dalamnya

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement