JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menantang pengamat politik Eep Saefulloh Fatah terkait kondisi ekonomi saat ini dengan dirinya yang dikait-kaitkan dan dipolitisasi.
Tantangan tersebut datang karena kondisi perekonomian yang dinilainya mulai membaik, bersinergi dengan kondisi dengan keadaan politik yang melibatkan namanya, khususnya terkait kasus Bank Century.
"Apakah saya (Sri Mulyani) tetap bertahan atau tidak sebagai Menteri ke depannya, nanti bisa ditanyakan Pak Eep Saefulloh (pengamat politik) terkait masalah (politik) yang ada, saya menantang Anda? Karena satu sisi mereka senang ada yang tidak," ujarnya sambil tersenyum, dalam kata sambutannya, di acara The 10th Annual Citi Indonesia Economic & Politik Outlook. Indonesia 2010: How We Stay Ahead?, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Dirinya mencontohkan, penguatan nilai tukar rupiah merupakan reaksi terhadap kondisi perekonomian global. "Ada juga yang sifatnya sentimen yang berhubungan dengan perubahan konstelasi dari ketidakseimbangan perekonomian Amerika Serikat (AS) dengan yang lain," tandasnya.
Menurut wanita yang kerap disapa Ibu Ani ini, nilai tukar rupiah hingga kini telah menguat 15 persen terhadap USD. Sehingga adanya pergerakan sehari saja tidak akan mempengaruhi. "Jadi kita akan lihat fondasi ke depannya," ujarnya.
Ani menjelaskan, pihaknya diminta Presiden untuk menjaga keadaan ekonomi yang harmonis melalui kebijakan fiskal agar tidak tercipta gap yang terlalu besar yang akan mempengaruhi nilai tukar rupiah.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.