Bapepam Siap Telusuri Larinya Dana CMNP ke Delmont

|

Widi Agustian - Okezone

Logo CMNP

Bapepam Siap Telusuri Larinya Dana CMNP ke Delmont
JAKARTA - Dana milik PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) sebanyak Rp81 miliar yang diduga digelapkan oleh Direktur Utama CMNP Shadik Wahono pada Tahun Anggaran 2009, ternyata sebagian besar dilarikan ke Delmont Investments Pte Ltd (Delmont) yang merupakan perusahaan di Singapura, yang diduga dikendalikan oleh salah satu anggota direksi CMNP.

Untuk itu, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menuturkan jika pihaknya masih terus berusaha melakukan pemeriksaan atas hal itu. "Saya masih menunggu laporan tim pemeriksa untuk menyelesaikan hasil pemeriksaannya," jelas Ketua Bapepam Fuad Rahmany kepada okezone di Jakarta, Kamis (2/9/2010).

Selain itu, berdasarkan dokumen yang beredar di kalangan wartawan, jumlah dana yang dilarikan tersebur sebanyak Rp43,97 miliar yang dilakukan sebanyak 15 kali transfer. Kemudian dari dokumen tersebut, juga diketahui bahwa Indrawan Sumantri, yang saat ini menjabat sebagai direktur keuangan CMNP, juga menjabat sebagai direktur Delmont.

Ini merupakan transaksi benturan kepentingan yang dilarang Bapepam-LK sesuai peraturan nomor IX.E.1 mengenai Transaksi Benturan Kepentingan.

"Kalau ada bukti-bukti hukum yang kuat tolong sampaikan kepada kami sehingga dapat membantu mempercepat pemeriksaan," imbuhnya.

Menurut sumber dari internal CMNP yang tidak mau disebutkan namanya, aliran dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut dilakukan atas perintah Shadik Wahono. Sedangkan menurut sumber lainnya, Indrawan Sumantri lah yang telah menikmati dana tersebut melalui perusahaan Singapura bernama Delmont yang dikendalikan tersebut.

Sebelumnya dana sebanyak Rp43,9 miliar ke Delmot dan Rp35 miliar tersebut diduga merupakan salah satu penyebab auditor independen memberikan catatan kualifikasi pada laporan keuangam CMNP yang berakhir pada 31 Desember 2009.

Dana tersebut diklaim oleh CMNP telah ditempatkan di investasi jangka pendek pada Abacus Capital Cayman Ltd, padahal dananya mengalir ke perusahaan yang dikendalikan direksi.

Lamanya pemeriksaan ini, kata Fuad karena tim pemeriksa harus melakukan double check atas laporan yang masuk. "Tentunya tim akan lapor kepada saya pada waktunya setelah mereka menemukan bukti kuat, misalnya mereka kan harus double check. Apabila ada seseorang membawa bukti, kan kita juga harus cek dulu apa  betul itu. Sumber berita juga harus kita cek integritasnya. Begitulah kira-kira, tunggu aja deh yah," tukas dia.
(wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pertamina Masih Kaji Besaran Subsidi Tetap BBM