Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wuih..Harga Daging di Aceh Capai Rp110 Ribu/Kg

Salman Mardira , Jurnalis-Jum'at, 10 September 2010 |14:05 WIB
<i>Wuih</i>..Harga Daging di Aceh Capai Rp110 Ribu/Kg
Pedagang Daging di Pasar. Foto: Rus Akbar/okezone.com
A
A
A

BANDA ACEH - Harga daging di Aceh kembali melambung tinggi. Dua hari jelang Lebaran, daging sapi dan kerbau di Banda Aceh mencapai Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Sebelumnya, kisaran harga jualnya hanya Rp60 ribu sampai 70 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang daging di Pasar daging Peunayong dan Beurawe, Banda Aceh, saat ditemui okezone menuturkan, kenaikan harga daging dalam dua hari ini karena tingginya permintaan konsumen.

Menyusul tradisi warga Aceh menyambut Lebaran dengan meugang. Meugang, hari dengan membeli dan makan daging bersama diperingati dua hari berturut sebelum Lebaran.

“Harganya kali ini sekira Rp100 ribu sampai Rp110 ribu,” kata Abdullah, seorang pedagang daging di Pasar Beurawe, Kamis (9/9/2010).

Harga itu masih tergolong tertinggi di Indonesia. Kenaikan harga daging juga dipicu oleh mahalnya harga ternak lokal jelang Lebaran. Memperingati meugang, pedagang lebih memilih menjual daging ternak local, karena warga di sana enggan membeli daging ternak impor  yang banyak dipotong di hari biasa.

Meski harga tinggi, warga tetap antusias membeli daging. Pantauan situs ini di Banda Aceh, warga sudah menyerbu pasar daging seperti di kawasan Ulee Kareng, Beurawe, Peunayong dan beberapa lokasi lain, sejak pagi tadi.

Seorang warga Banda Aceh, Muhammad Harun menuding Pemerintah Aceh gagal menekan harga daging, sehingga memberatkan warga miskin untuk membeli makanan berprotein tinggi itu untuk dikonsumsi. “Harga mahal kan menyulitkan kita yang miskin,” tukasnya.

Sementara Pemerintah Aceh menyatakan tak berupaya menurunkan harga daging, karena harga daging yang mahal membawa keuntungan tersendiri bagi peternak di Provinsi itu yang umumnya dari kalangan bawah.

“Biarkan saja mahal karena itu untungnya juga untuk peternak kita. Peternak kita kan umumnya juga masyarakat kecil,” kata Wakil Gubernur Muhammad Nazar.

Menurutnya, harga daging ternak Aceh wajar mahal, karena secara kualitas dagingnya lebih padat, berisi dan memiliki rasa yang khas.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement