Getting time...

Bursa Minta Katarina Hapuskan Sahamnya

R Ghita Intan Permatasari - Okezone
Rabu, 29 Desember 2010 13:44 wib
Logo Katarina
Logo Katarina
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Katarina Utama Tbk (RINA) untuk melakukan penghapusan saham secara suka rela (voluntary delisting).

"Kami meminta Katarina Utama untuk melakukan volountary delisting apabila terjadi pemindahan pemegang saham tanpa sepengetahuan BEI dan terjadi perubahan manajemen perseroan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy sugito di Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Selain itu, bursa juga menuturkan adanya pelanggaran dalam penggunaan dana IPO. sebagai contoh, dana IPO tidak digunakan untuk modal kerja dan sebagainya, lalu adanya perubahan operasional secara significan kurang dari satu tahun.

Untuk sementara ini tindakan BEI terkait pelanggaran yang dilakukan perseroan adalah melakukan suspensi atas saham perseroan.

Seperti diketahui, RINA diduga menyelewengkan dana IPO sebesar Rp28,971 miliar dari total perolehan IPO sebesar Rp33,6 miliar. Sedangkan realisasi dana IPO diperkirakan hanya sebesar Rp4,629 miliar.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari realisasi yang dilaporkan manajemen RINA kepada BEI per 20 Agustus 2010 sebesar Rp30,423 miliar. RINA mencatatkan 210 juta saham baru ke BEI melalui proses IPO pada 14 Juli 2009. Harga per sahamnya Rp160 per saham atau totalnya senilai Rp33,600 miliar.

Biaya emisi IPO dianggarkan sebesar 7,85 persen atau sebesar Rp2,637 miliar. Artinya dana IPO yang diperoleh perseroan setelah dikurangi biaya IPO sebesar Rp30,962 miliar.

Namun, Direktur Utama RINA membantah kabar ini dan dirinya mengaku merasa dirugikan kabar yang menyebutkan adanya dugaan penyelewengan dana IPO serta manipulasi laporan keuangan. Perseroan pun telah bertemu dan menindaklanjuti permintaan otoritas pasar modal. "Semua pemberitaan yang ada sekarang merugikan kami," kata Direktur Utama Fazli bin Zainal Abidin.

Fazli menjelaskan, seluruh dana IPO sebesar Rp33,9 miliar yang diperoleh saat IPO Juli 2009 lalu telah digunakan sesuai peruntukannya berdasarkan prospektus.

Di mana sebesar 36,4 persen untuk membeli peralatan, 54,05 persen untuk modal kerja serta 9,91 persen untuk menambah kantor cabang. "Setelah dikurangi biaya penjamin emisi, seluruh dana IPO telah kami belanjakan semuanya," imbuhnya. (wdi)
  • Arifin » 0 Tanggapan
    Kalo RINA udah terindikasi menyelewengkan dana iPO ,mustinya laporkan kepada Kepolisian oleh BEI , dan jika terbukti management yg bertanggung jawah harus di hukum seberat2nya krn telah menipu masyarakat luas ....kalo di amrik yg begini direktur bisa di hukum ratusan tahun di penjara, jgnn hanya suspen doang...malah sekarang di suruh volountary delisting...enak amat tuch management nya...udah ambil uang masyarakat lalu delisting ....ini jelas2 merugikan sekali.... Sedangkan untuk saham PTRA yg tidak melakukan hal tercela seperti RINA , malah langsung didelisting oleh BEI......kalo yg ini BEI yg musti dituntut oleh retail investor krn telah men suspen PTRA terlalu lama sehingga merugikan retailer.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit