JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan Menteri ESDM Darwin Saleh berencana untuk meresmikan PLTA Asahan 1 berkapasitas (2x90 MW).
Selain itu, juga akan diresmikan GITET 275/150 kV Simangkuk yang termasuk salah satu proyek IPP (Independent Power Producer) yang pembangunannya dimulai 1 Agustus 1997.
Dilansir dari situs Kementerian ESDM, di Jakarta, Selasa (18/1/2011), PLTA Asahan 1 ini memanfaatkan aliran langsung Sungai Asahan sebagai sumber energi.
Dengan beroperasinya PLTA Asahan 1 ini diharapakan akan dapat memenuhi kebutuhan listrik Provinsi Sumatera Utara serta dapat mendukung sistem kelistrikan di wilayah Sumatera.
Penambahan kapasitas terpasang sebesar 180 MW sangat berarti untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah Sumatera Utara yang saat ini baru mencapai 75,42 persen.
PLTA yang telah memenuhi aspek lingkungan hidup berdasarkan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 192 Tahun 2010 ini, menyerap tenaga kerja (projob) kurang lebih 1.000 orang, yaitu sekira 650 orang pekerja lokal (65 persen) dan sekira 350 pekerja asing (35 persen).
Sekadar informasi, PLTA Asahan I terletak di Sungai Asahan, Desa Ambarhalim, Kec Pintupohan Meranti, Kab Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara, terletak sekira 130 km arah tenggara kota Medan.
Energi yang dibangkitkan sebesar 1,175 GWh/tahun yang disalurkan ke jaringan PLN melalui transmisi 275kV/150kV. Total nilai proyek sebesar USD310 juta yang berasal dari sumber dana BUMN China, CHD (China Huadian) dan PT PLN PJB (Pembangkit Jawa Bali).
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.