JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pelaksana-Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (BP-BPWS) mengusulkan anggaran untuk pengembangan infrastruktur di sekitar Jembatan Surabaya– Madura (Suramadu) sebesar Rp10 triliun selama jangka waktu 2011–2015.
Pengembangan itu memungkinkan daerah sekitar Suramadu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dalam lima tahun ke depan. “Ini rencana jangka panjang berdasarkan rencana induk pengembangan jalan,air bersih, sanitasi, dan pembangunan infrastruktur lainnya. Itu yang sedang kami usulkan kepada Menteri Keuangan dan Bappenas,” tutur Deputi Perencanaan Badan Pelaksana BPWS Maurits Pasaribu di Jakarta.
Menurut Maurits,pembentukan BP-BPWS secara khusus adalah untuk mempercepat pengembangan Surabaya– Madura sebagai pusat pertumbuhan perekonomian yang baru. Karena itu, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 27/2008 tentang Pengembangan Wilayah Suramadu, dia segera menyusun rencana induk dan rencana kegiatan pengembangan sarana dan prasarana serta pengembangan wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, dia juga bertugas melaksanakan pengusahaan pengelolaan Jembatan Tol Suramadu dan Jalan Tol Lingkar Timur Surabaya, serta pengusahaan pelabuhan peti kemas di Madura.
“Kami juga akan membangun dan mengelola wilayah kaki jembatan Suramadu yang meliputi di wilayah sisi Surabaya seluas 600 ha dan wilayah sisi Madura juga 600 ha, termasuk wilayah khusus di Pulau Madura (600 ha) dalam satu kesatuan dengan pelabuhan peti kemas,”paparnya.
Maurits menambahkan,Badan Pelaksana BPWS nantinya juga bertugas menyelenggarakan pelayanan satu atap untuk urusan perizinan di wilayah Suramadu.
“Kami juga diminta memfasilitasi pembangunan infrastruktur di Pulau Madura. Itu lintas utara dan selatan, serta jalan antara utara dan selatan, termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil,”ungkapnya.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menambahkan, anggaran untuk pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar jembatan Suramadu dinilai wajar. Sebab,proyek jembatan itu memang cukup mahal dan harus diikuti pengembangan wilayah sekitarnya.
“Jika jembatan Suramadu saja itu untuk apa? Jadi, jembatan ini harus bisa mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Madura,” tandas Djoko.
Dia mengakui, rencana induk sudah disiapkan kementeriannya dan sudah ditetapkan prioritas tertentu. Saat ini, yang penting BP-BPWS dipersiapkan terlebih dulu infrastruktur pendukungnya seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan air minum. “Sementara soal kewenangan belum diputuskan. Sebab, asetnya milik Menteri Keuangan atas nama negara,”ungkapnya. (ï€ heru febrianto)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.