Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Bersih Indocement Naik 17%

Widi Agustian , Jurnalis-Jum'at, 18 Maret 2011 |11:24 WIB
Laba Bersih Indocement Naik 17%
Logo Indocement
A
A
A

JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 17 persen menjadi Rp3,2 triliun pada akhir tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp2,75 triliun.

Seperti diungkapkan perusahaan produsen semen tersebut dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/3/2011), kenaikan laba ini ditopang oleh naiknya volume penjualan produk semen perseroan.

Sepanjang tahun 2010, volume pejualan semen perseroan naik tiga persen menjadi 13,89 juta ton jika dibandingkan dengan penjualan pada 2009 yang sebesar 13,45 juta ton. "Peningkatan peenjualan domestik sebesar 8,5 persen offset dengan 35,1 persen penurunan penjualan ekspor," tuturnya.

ALhasil, pendapatan bersih perseroan terkerek naik lima persen menjadi Rp11,24 triliun dari sebelumnya Rp10,58 triliun. Beban pokok pendapatan persroan turun dua persen menjadi Rp5,6 triliun dari sebelumnya Rp5,5 triliun.

"Peningkatan volume produksi, penguatan rupiah dan relatif stabil harga beli bahan bakar utama berakibat biaya produksi per ton turun sebesar 0,9 persen," imbuhnya.

Sementara laba kotor naik sebesar delapan persen menjadi Rp5,5 triliun dari sebelumnya Rp5,1 triliun. Laba usaha pun naik sembnilan persen menjadi Rp4,02 triliun dari sebelumnya Rp3,7 triliun.

Ebitda perseroan juga tercatat naik sembilan persen menjadi Rp4,64 triliun dari sebelumnya Rp4,3 triliun. Seiring dengan kenaikan kinerja laba rugi perseroan, aktyiva perseroan juga naik menjadi Rp15,35 triliun dari sebelumnya Rp13,28 triliun.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement