Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Pimpin Dialog ASEAN-Jepang

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 11 Juli 2011 |11:41 WIB
Mendag Pimpin Dialog ASEAN-Jepang
Mendag Mari Elka Pangestu
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Mari Elka Pangestu selaku ketua menteri-menteri ekonomi ASEAN memimpin dialog yang melibatkan para menteri ekonomi atau perdagangan dari seluruh negara anggota ASEAN dengan Jepang.

Delegasi Jepang dipimpin oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Banri Kaidea yang membawa lebih dari 70 pengusaha Jepang. Turut hadir dalam dialog tersebut Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan, anggota Federasi Kadin Jepang di ASEAN, serta wakil Keidanren (Federasi Bisnis Jepang), JETRO, Institute for Strategic and International Study-Malaysia, dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

“Dialog ini merupakan yang pertama kali dilakukan dengan para pejabat setingkat menteri karena Federasi Kadin Jepang ingin menegaskan komitmennya pada ASEAN di saat perekonomian Jepang mencoba bangkit kembali dari bencana tsunami dan kebocoran reaktor nukilrnya di Fukushima,” jelas Mari, dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (11/7/2011).

Acara simposium untuk membahas upaya peningkatan bisnis di sektor automotif, elektronik, agro-based dan UKM. Tiga sektor tersebut merupakan sektor-sektor prioritas integrasi di ASEAN, dan pengusaha Jepang telah berkiprah di ketiga sektor ini sejak 1970-an.

Sementara itu perhatian pada UKM juga bukan merupakan hal barudalam kerja sama antara ASEAN dan Jepang. Simposium kali ini menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk lebih meningkatkan kemampuan UKM ASEAN dalam memanfaatkan secara maksimal proses integrasi ekonomi ASEAN, terutama antara ASEAN dan Jepang, agar mampu berpartisipasi aktif dalam jejaring suplai regional dan global.

Selain mendengarkan sejumlah rekomendasi dari Federasi KADIN Jepang di ASEAN yang akan ditindaklanjuti oleh para Pejabat Senior Ekonomi, para Menteri ASEAN juga menegaskan perlunya disusun strategi jangka panjang bisnis Jepang di ASEAN.

“Pendekatan visionary ini penting agar ASEAN dapat mengambil langkah-langkah yang searah dengan perencanaan bisnis Jepang di kawasan ini. Kedua, untuk bersama-sama mengantisipasi proses konsolidasi berbagai FTA yang dimiliki ASEAN yang secara alamiah akan terjadi,” tegas Mari.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement