>

Daftar Gaji Pilot Garuda Versi Manajemen

|

Iman Rosidi - Trijaya

Ilustrasi

Daftar Gaji Pilot Garuda Versi Manajemen
JAKARTA - Pilot-pilot PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) di bawah Asosiasi Pilot Garuda (APG), Kamis (28/7/2011) besok berencana melakukan mogok karena gaji yang diterima lebih kecil daripada gaji pilot asing yang dikontrak manajemen Garuda Indonesia.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Ari Sapari mengatakan manajemen Garuda akan memenuhi tuntutan para pilot yang meminta penyesuaian gaji dengan pilot asing yang dipekerjakan Garuda.

"Kalau ingin disesuaikan dengan pilot asing kita beri, tapi statusnya sebagai pegawai kontrak. Karena tidak logis dong, pegawai tetap gajinya seperti pilot asing. Karena di dunia manapun tidak ada itu," kata Ari di Sport Center Garuda, Cengkareng, Banten, Rabu, (27/7/2011).

Manajemen Garuda Indonesia lalu mengeluarkan ilustrasi simulasi penggajian penerbang garuda. Dalam ilustrasi itu disebut penerbang lokal mendapatkan gaji perbulannya Rp47,7 juta sedangkan penerbang asing USD8.100 setara Rp68,8 juta per bulan.

Flight allowance yang diterima penerbang lokal Rp10 juta (dengan asumsi 60 jam terbang), sedangkan penerbang asing tidak mendapatkan karena termasuk di gaji. Benefit cash seperti THR hingga insentif-bonus yang diterima penerbang lokal sebesar 3,5 dikali gaji per tahun atau sebesar Rp13,9 juta per bulan. Sedangkan penerbang asing sama sekali tidak mendapatkannya.

Sementara total uang yang diterima bagi penerbang lokal per tahun mencapai Rp860 juta sedangkan penerbang asing Rp826 juta. Dengan demikian, selisih gaji yang bagi penerbang lokal Rp12,3 juta per bulan sedangkan penerbang asing hanya Rp2,25 juta per bulan.

Sayangnya penerbang lokal tidak mendapatkan housing allowance, sedangkan penerbang mendapatkannya sebesar USD1.200 atau setara dengan Rp10 juta per bulan.

"Tapi pilot lokal mendapatkan medical allowance, personal accident assurance, lost of flying licence, iuran pensiun, Jamsostek, kesehatan pensiun, penghargaan pensiun. Sedangkan pilot asing tidak," kata Ari.

Saat ini, Garuda Indonesia memperkerjakan sebanyak 43 pilot kontrak dan 34 diantaranya pilot asing. "Sebanyak 36 di antara 43 pilot kontrak tersebut akan berakhir masa kerjanya pada Oktober hingga November 2011 dan sisanya tujuh pilot akan berakhir pada bulan Februari 2012,"jelasnya.

Ari memastikan manajemen Garuda Indonesia belum akan mengeluarkan sanksi terhadap pilot yang berencana mogok tersebut. "Belum tahu kita,"pungkasnya. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tim Anti-Mafia Migas Tak Campuri Bursa Direksi Pertamina