JAKARTA - Maskapai penerbangan Mandala Airlines menargetkan dapat terbang kembali dalam kurun waktu 90 hari ke depan. Sebelumnya, perusahaan ini telah berhenti beroperasi akibat masalah keuangan.
Sebelumnya, Saratoga telah resmi memiliki saham mayoritas di Mandala sebesar 51 persen, serta Tiger Airways akan memiliki saham sebesar 33 persen. Sedangkan sisanya akan dimiliki oleh kreditor konkuren dan pemegang saham lama.
Tahap berikutnya adalah melengkapi persyaratan-persyaratan transaksi yang diperlukan, termasuk persetujuan pemerintah yang diperlukan agar Mandala dapat segera terbang kembali. Semuanya diperkirakan akan memakan waktu sekitar 90 hari sebelum beroperasi.
"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses ini dan atas dukungan penuh dari Pemerintah, terutama Dirjen Perhubungan Udara, sampai dengan proses ini selesai. Kami berharap tetap mendapat dukungan tersebut, sehingga rencana kami agar Mandala dapat terbang kembali secepatnya dapat tercapai," kata Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (24/9/2011).
Pasca-beralihnya kepemilikan Mandala, maskapai ini akan menerapkan model bisnis Tiger Airways, yakni dengan menawarkan perjalanan biaya murah ke tujuan internasional dan domestik dalam jangkauan lima jam penerbangan. Seperti juga penerbangan lainnya yang tergabung dalam Tiger Airways Group, penerbangan hasil restrukturisasi ini akan mengoperasikan pesawat Airbus A320.
"Kami senang telah menyelesaikan kesepakatan untuk transaksi ini, dan berharap Mandala ke depan dapat beroperasi dengan segera. Kami akan bekerjasama dengan sangat erat bersama para mitra usaha kami, agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan segera," ungkap CEO Tiger Airways Holdings Limited Chin Yau Seng.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.