Produk China Ancaman Bagi Perajin Kulit

Kamis, 13 Oktober 2011 11:00 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
SIDOARJO - Produk-produk dari China yang banyak betebaran di Indonesia merupakan ancaman bagi perajin di Indonesia, termasuk perajin kulit. Sebab, harga produk-produk dari negeri Panda tersebut jauh lebih murah. Jika tidak diantisipasi, puluhan bahkan ratusan perajin kulit yang tersebar di Sidoarjo akan gulung tikar.

"Produk dari China seperti tas, sepatu dan lainnya kini juga sudah merambah di toko-toko yang ada di Sidoarjo," ujar Ary Pasnari, salah satu perajin kulit yang membuka showroom di Jalan Kartini, Sidoarjo, Kamis (13/10/2011).

Ary menambahkan, saat ini produk jaket berbahan kulit dari China mulai masuk di Indonesia, meski tak sebanyak produk tas, sepatu, sandal dan produk lainnya. Namun, lambat laun produk jaket kulit juga akan membanjiri Indonesia.

Untuk mengharapkan pemerintah agar memproteksi produk dari luar negeri, bisa dibilang jauh dari kenyataan. Pasalnya, saat ini sudah ada perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA).

Lalu apa yang harus dilakukan perajin kulit? Ary mengatakan, saat ini perajin harus kreatif dan konsisten dengan mempertahankan kualitas serta inovasi baru produk-produk kulit. "Saya kira produk kita lebih baik dibandingkan produk dari China walaupun kita akui produk China lebih murah. Saya kira masyarakat akan tahu itu, yang penting sebagai perajin harus konsisten," papar Ary yang sudah puluhan tahun menggeluti bidang kulit.

Jika perajin bisa mempertahankan kualitas produk, lanjut dia konsumen tidak akan beralih pada produk luar negeri. Apalagi produk China yang hanya mengandalkan harga murah tapi kualitasnya tidak terjamin. Apalagi, sejauh ini produk tas, sepatu, sandal dari China masih jarang yang berbahan baku kulit asli. Hal inilah yang membuat perajin kulit masih bisa bertahan.

Sedangkan Sungkono, pemilik showroom produk kulit Mitra Jaya, Tanggulangin mengatakan selama ini pasar bebas seolah menakutkan karena produk dari luar negeri dengan mudahnya masuk ke Indonesia. "Yang penting bagaimana produk kita bisa bersaing di pasaran, baik model, kualitas dan harga. Kalau produknya bagus, harga lebih mahal saya kira bisa diterima oleh masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, Sungkono meminta pemerintah untuk melindungi perajin. Sehingga, pengusaha besar jangan seenaknya memasukkannya produk dari luar negeri ke Indonesia. Jangan hanya mencari keuntungan besar dengan mendatangkan produk luar negeri, tapi mematikan perajin lokal.

Berdasarkan pantauan, produk-produk dari China dan negara lainnya sudah merambah di Sidoarjo. Meski demikian kebanyakan mereka yang menjual, pedagang keliling untuk jenis sandal dan aneka perabot rumah tangga lainnya. Sedangkan di toko-toko kulit seperti di kawasan Tanggulangin, peredaran produk dari China masih relatif sedikit.

"Kalau kita menjual tas, sepatu, sandal dan aksesori lainnya hasil kerajinan lokal saja. Kalau kita menjual produk luar negeri seperti dari China, paling tidak bisa mengurangi pangsa pasar produk lokal," ujar Zaki, salah satu pengusaha produk kulit yang biasa menjual produknya di Pusat Grosir Tanggulangin (Pusgita), Tanggulangin. (Abdul Rouf/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit