Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLN Turunkan Kasus Pencurian Listrik Hingga 11%

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Minggu, 16 Oktober 2011 |11:20 WIB
PLN Turunkan Kasus Pencurian Listrik Hingga 11%
Ilustrasi.
A
A
A

BOGOR – PLN mengungkapkan masih mengalami kerugian atau (losses) salah satunya akibat dari pencurian listrik. Tahun ini, PLN mengalami losses hingga 7,5 persen, dan diharapkan akan terus menurun di akhir tahun 2011.

Manajer Bidang Distribusi PLN Paranai Suhasfan mengatakan kasus pencurian listrik saat ini hanya 11 persen. Angka itu menurun dari tahun 2009 yang mencapai 36 persen.

“Dari jumlah yang kita periksa dengan jumlah yang kita dapati secara pelanggaran, sampai Agustus kita dapat Rp100 miliar dari tagihan susulan. Losses kita sekarang 7,5 persen, pendapatan kita Rp36 triliun selama satu tahun, rincian 7,5 persen itu yakni 6,5 persen losses karena peralatan,” katanya dala acara Press Gathering PLN di Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/10/11).

Paranai menuturkan dari 7,5 persen, satu persen disebabkan oleh kerugian karena pencurian listrik. Namun meski hanya satu persen, kerugian PLN mencapai sekitar Rp360 miliar. Tahun 2010 sekitar sembilan persen. Kita harapkan akhir tahun bisa capai tujuh persen, kalau bisa jadi enam koma,” jelasnya.

PLT DM Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Irwan Darwin mencontohkan khusus untuk wilayah DKI Jakarta, satu persen yang diakibatkan oleh pencurian listrik mencapai Rp5 miliar per hari. Hal itu, dihitung berdasarkan pendapatan PLN DKI Jakarta yakni Rp2 ribu milyar per tahun.

“Bayangkan perusahaan mana yang mau kehilangan uang Rp5 miliar per hari, itu akibat banyak yang nyantol listrik, pencurian listrik masih didominasi oleh rumah tangga di Jakarta,” tandas Irwan. (nia)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement