JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, pemerintah harus benar-benar serius menjadi partner agar bisa berkoordinasi dengan Hipmi.
"Pemerintah harus benar-benar menjadi partner, jangan hanya masuk ke tong sampah,” ucap Aviliani di Jakarta, Senin (17/10/2011).
Aviliani berharap, anggota-anggota Hipmi yang telah sukses menjadi pengusaha kelas menengah ke atas tidak segan untuk menggandeng para pengusaha kecil.
“Hipmi jangan menjadi lembaga elit karena masih ada usaha kecil dan menengah (UKM) yang segmennya di bawah. Pengusaha Hipmi sudah berhasil, mereka harus melakukan sosialisasi dengan yang kecil,” ujarnya.
Dia menambahkan, Hipmi mampu untuk mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia, terutama di Indonesia Timur.
“Di Indonesia Timur butuh infrastruktur dan ekonomi baru. Harus ada perekonomian di daerah tersebut. Hipmi mampu mendorong investasi. Keterlibatan Hipmi bisa berkooordinas dengan BKPM,” tuturnya.
Menurut Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa, pertumbuhan investasi di kawasan Indonesia Timur sudah mengalami peningkatan secara signifikan.
“Kalau melihat Indonesia Timur, sudah terjadi pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata. Contoh, Sulawesi Barat 15 persen dan Sulawesi Selatan delapan sampai sembilan persen. Kita harus akui adalah belanja sektor pemerintah masih menjadi tumpuan utama daripada pertumbuhan ekonomi di sana,” jelas Erwin.
Potensi investasi yang bisa didorong, kata dia, adalah di sektor pertambagan dan pertanian yang hingga saat ini belum digarap secara maksimal di Indonesia Timur.
“Nikel sedang booming. Barang tambang didominasi di daerah kawasan timur. Kita harapkan ada komitmen investasi yang akan terealisasi,” ucapnya.
Namun, kata Erwin, pemerintah harus berkomitmen untuk membangun infrastruktur dasar seperti pelabuhan.
“Contoh, pelabuhan sangat terbatas space-nya sehingga barang dikirim sangat mahal. Bongkar muat terganggu karena keterbatasan space. Saya berharap infrastuktur dasar segera diperbaiki dan dilakukam ekspansi secara besar. Maka, ekonomi akan tumbuh lebih cepat ekonomi dan swasta akan mudah masuk,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga harus memberikan insentif untuk investor di kawasan tersebut.
“Tidak ada investor mau investasi kalau tidak dapatkan suatu benefit. Kebijakan fiskal bisa berupa apakah pajak diturunkan atau dipangkas,” jelasnya.
Di sisi lain, Erwin mengatakan, persaingan empat kandidat calon Ketua Umum Hipmi kali ini lebih dinamis.
“Raja, energinya positif sehingga membawa rasa optimisme. Priamanaya, walau terhitung baru tapi berani memberi banyak masukan. Harry, paling senior di antara keempat, dan Erik merupakan calon paling rajin dan aktif di Hipmi,” kata Erwin.
Mereka, kata dia, akan bersaing ketat tanpa memutus tali persaudaraan. Mereka siap untuk mengemban amanah lalu menjadikan Hipmi sebagai pendorong perekonomian Indonesia.
Kepengurusan Hipmi yang baru selama tiga tahun ke depan, kata dia, harus menciptkan lapangan pekerjaan baru.
“Hipmi adalah organisasi ideal yang mengunci anak muda di Indonesia. Menjadi Ketua Umum Hipmi adalah tantangan baru,” tandas Erwin.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.