Share

Pengusaha Muda: Tidak Mudah Hadapi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 320 2231030 pengusaha-muda-tidak-mudah-hadapi-covid-19-3r5ZD4xKXs.jpg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) angkat topi kepada pemerintah yang berhasil dengan cepat mengeluarkan kebijakan penanggulangan covid-19. Apalagi seluruh dunia saat ini ekonominya mengalami guncangan.

Ketua Umum Mardani H Maming mengatakan, tidak mudah bagi pemerintah untuk menstabilkan perekonomian. Apalagi, saat banyak sekali sektor ekonomi yang terdampak.

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Data Nyata Tekanan Covid-19 di Dunia Usaha

Salah satu yang paling terdampak adalah sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tak hanya itu, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun kini sudah mulai terkena dampak covid-19.

"Sehingga ekonomi terguncang bukan hanya Indonesia tapi juga seluruh dunia ikut terguncang. Saya yakin tidak mudah bagi pemerintah sekarang mungkin para BUMN -BUMN sekarang dalam menghadapi ekonomi sekarang," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (16/6/2020).

Baca Juga: Jangan ke Mal jika Tak Bisa Tahan Godaan Diskon

Menurut Mardani, perhatian besar pemerintah kepada UMKM memang bukan tanpa alasan. Karena sektor UMKM inilah yang menjadi salah satu pendongkrak perekonomian negara.

Bahkan pada krisis ekonomi tahun 1998, sektor UMKM tampil menjadi penyelamat. Padahal saat itu, kondisi ekonomi beberapa negara termasuk Indonesia sedang anjlok.

"Saya yakin 2019-2020 dan 1998 yang dulu penyelamat ekonomi adalah UMKM di 1998, sekarang adalah UMKM lah yang menjadi sejarah terdampak paling besar," kata Mardani.

 

Oleh karena itu lanjut Mardani, sangat penting untuk bisnis bisa kembali berjalan agar ekonomi berjalan. Salah satunya adalah dengan new normal di mana aktivitas bisnis tetap berjalan meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Semua menjadi baru. Semua rencana pemerintah sudah dilakukan oleh pemerintah kita. Yang tadi termasuk koalisi politik untuk menstabilkan agar kebijakan didukung penuh siapa yang tahu akan terjadi pandemi covid-19," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini