Share

Sri Mulyani Beberkan Data Nyata Tekanan Covid-19 di Dunia Usaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 20 2230981 by-data-sri-mulyani-beberkan-bukti-nyata-tekanan-covid-19-di-dunia-usaha-bM9jU43Jqc.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Virus Corona atau Covid-19 memberikan tekanan yang cukup dalam di dunia usaha. Hal tersebut terlihat dari penerimaan pajak per sektor usaha yang seluruhnya menurun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa seluruh penerimaan sektor utama di Januari-Mei tumbuh negatif. Padahal, di Januari-April 2020, industri pengolahan serta jasa keuangan dan asuransi masih tumbuh positif.

 Baca juga: Target Lifting Minyak Turun Jadi 705.000 Barel per Hari, Kenapa?

"Kondisi ekonomi saat ini tunjukkan tekanan yang sudah nyata di berbagai jenis pajak," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Menurutnya, hal tersebut menjadi gambaran bahwa pelemahan ekonomi sudah across the board. Apalagi, seluruh sektor terkena dampak Covid-19.

"Dinamika per bulan sudah tunjukkan konfirmasi Mei adalah bulan di mana pukulan terberat dialami seluruh sektor," ujarnya.

 Baca juga: Gigit Jari, Penerimaan Perpajakan Ambles 7,9% Jadi Rp526,2 Triliun

Adapun industri pengolahan hingga Mei 2020 mengalami kontraksi 6,8% di Rp126,14 triliun. Sedangkan penerimaan sektor perdagangan tumbuh negatif 12% di Rp84,91 triliun.

Sementara itu, penerimaan pajak dari sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh negatif 1,6% di Rp69,36 triliun. Untuk sektor konstruksi dan real estat, penerimaan pajak turun 11%.

Penerimaan pertambangan yang paling terdampak, anjlok hingga 34,9%. Sedangkan Transportasi dan pergudangan penerimaan negaranya tumbuh negatif 6,4%.

"Transportasi dan pergudangan yang 3 tahun terakhir sumbang double digit, tahun lalu 25,7%, tahun ini alami kontraksi minus 6,4%," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini