Target Lifting Minyak Turun Jadi 705.000 Barel per Hari, Kenapa?

Selasa 16 Juni 2020 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 320 2230881 target-lifting-minyak-turun-jadi-705-000-barel-per-hari-kenapa-6TzKP87xNh.jpg Produksi Migas RI Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan pandemic virus corona berdampak signifikan pada investasi di hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.

Kepala SKK Migas Dwi Soetijpto mengatakan, faktor rendahnya harga minyak dan LNG di tengah pandemi Covid-19 turut berdampak pada besaran investasi sektor hulu migas. Hingga Mei, investasi hulu migas mencapai USD3,93 miliar.

Baca Juga: Daftar 5 Proyek Migas yang Siap Produksi, Ada Lapangan Cantik

“Kendati turun, SKK Migas melakukan beberapa upaya untuk memaksimalkan investasi hulu migas antaranya tetap melakukan open data dan promosi open area, menjaga keekonomian wilayah kerja, efisiensi biaya, dan memaksimalkan One Door Service Policy untuk mempercepat perizinan,” imbuhnya, dikutip dari IDXChannel, Selasa (16/6/2020).

Dwi berharap langkah-langkah ini dapat membantu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memaksimalkan kinerjanya disaat sulit seperti ini.

Baca Juga: Tantangan Bos Migas di Tengah Pandemi Covid-19

Selain target investasi, SKK Migas juga melakukan penyesuaian terhadap target lifting minyak sebesar 705 ribu bopd, turun dari target awal 755 ribu.

“Selain itu untuk produksi gas, turunnya tingkat penyerapan gas oleh pembeli membuat target produksi ikut turun hingga 15%”, kata Dwi.

Dengan adanya penyesuaian-penyesuaian target tersebut, SKK Migas saat ini berupaya untuk menjamin proyek-proyek yang akan on stream di tahun 2020 dapat berjalan tepat waktu.

Untuk Kuartal III-2020, SKK Migas menargetkan 5 proyek migas akan onstream yaitu Lapangan MSTB Fase-1 WK Malacca Strait, Lapangan Cantik WK Belida, Kompresor Betung dan SKG-19 Musi Timur WK Indonesia Pt. Pertamina EP, Lapangan Meliwis WK Madura Offshore, dan Lapangan Peciko 8A WK Mahakam.

“Kami optimis dengan adanya tambahan produksi dari proyek-proyek ini dapat membantu tercapainya target lifting akhir tahun”, pungkasnya.

Sejauh ini, dari 5 proyek yang sudah on stream di 2020, SKK Migas mencatat adanya potensi penambahan produksi migas hingga 3.182 bopd untuk minyak dan 109,5 MMscfd untuk gas.

Dwi juga menambahkan saat ini tidak ada lapangan yang dimatikan, namun tingkat produksinya memang melambat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini