Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - PT Krakatau Steel (persero) Tbk (KRAS) mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga kuartal-III 2011 telah mencapai 40 persen.
"Capex kita masuk kuartal-III 201 ini baru terpakai sekira 40 persen hingga 50 persen," ungkap Direktur Utama KRAS Fazwar Bujang, kala ditemui dalam acara Tranformasi BUMN Menuju Pentas Global di Hotel Kempinsky, Jakarta, Selasa (22/11/2011) malam.
Menurutnya, hingga akhir tahun ini pihak perseroan memperkirakan dana capex tersebut tidak akan habis terpakai. Sehingga, sisa dana capex tersebut akan di alihkan (carry over) pada capex tahun 2012 mendatang.
Adapun penyebab realisasi capex yang cenderung minim, karena adanya beberapa hal dalam kontrak negosiasi perseroan yang cenderung terhambat.
"Kontrak negosasinya banyak yang baru selesai minggu lalu. Maka dari itu, agak terlambat. dalam proses negosiasi itu banyak banyak hal-hal yang tidak bisa kita kontrol," paparnya.
Di sisi lain, Fazwar mengaku tidak sedikit proyek dari KRAS group ada yang mengalami perlambatan sehingga penyerapan capex perseroan pun baru tersalurkan sedikit.
Sekedar informasi, perusahaan baja pelat merah tersebut menganggarkan capex untuk tahun 2011 sekira Rp3 sampai Rp5 triliun.
Biaya capex tersebut digunakan perseroan untuk biaya investasi rutin perseron dan sumber pendanaan daripada capex tersebut adalah melalui pinjaman perbankan dan kas internal. (mrt) (rhs)