MEDAN - Pengefektifan larangan ekspor Rotan di Desember mendatang nampaknya sudah berdampak bagi pata petani rotan di Sumatera Utara. Dampak tersebut meliputi terhentinya penjualan rotan yang tentunya menjadi keluhan oleh para petani.
Petani rotan asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Pardamaian Lubis mengungkapkan, sejak sebulan terakhir hasil rotan miliknya sama sekali tidak terjual. Kondisi ini membuat dia terpaksa memberhentikan sementara para pekerjanya yang mencapai belasan orang. Tidak hanya dia, para petani lain dari Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) juga mengeluhkan hal senada.
"Sudah sebulan rotan kami tak terjual. Busuk-busuk gitu saja, tanpa ada penghasilan," kata Perdamaian dalam aksi unjuk rasa menolak larangan ekspor rotan di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (29/11/2011).
Dia menjelaskan, biasanya dia mampu menjual 2.000 batang rotan per minggu jika sedang panen. Harganya pun terbilang lumayan mencapai Rp18 ribu per batangnya. Namun, sejak munculnya wacana larangan ekspor hutan oleh pemerintah yang mulai aktif pada Desember tahun ini, hasil panennya sama sekali tidak terjual.
"Biasanya hasil panen kami drop ke Medan untuk dijual ke eksportir. Tapi sekarang mereka tidak mau beli lagi," keluhnya.
Atas keluhan itulah, puluhan petani rotan dari sejumlah daerah di Sumatera Utara meminta pemerintah meyetop larangan ekspor rotan. Mereka menduga larangan ekspor hanya untuk kepentingan para pengusaha rotan yang akan memonopoli perdagangan rotan. "Kalau begini terus, jangankan 15 ribu, sepuluh ribupun belum tentu laku rotan kami dijual ke pembeli per batangnya. Kami yakin, pemerintah hanya mementingkan pengusaha saja, tanpa mementingkan nasib petaninya," tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan di bulan Desember nanti Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengenai penghentian ekspor rotan mentah akan berlaku efektif. Langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali industri pengrajin rotan di Tanah Air dan menjaga kelestarian lingkungan.
Karena dengan diberlakukannya ekspor rotan, stok rotan di tanah air menurun dan terjadi pembalakan rotan liar di sejumlah kawasan yang berdampak bagi kerusakan lingkungan.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.