Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukaka Klaim Siap Bangun Kembali Jembatan Kukar

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Selasa, 29 November 2011 |20:09 WIB
Bukaka Klaim Siap Bangun Kembali Jembatan Kukar
Jembatan Kutai Kartanegara. Foto: Pembaca Okezone
A
A
A

BOGOR - PT Bukaka Teknik Utama menyatakan siap jika mendapat kepercayaan untuk membangun kembali jembatan Kutai-Kartanegara (Kuker) yang runtuh Sabtu kemarin.

Pihaknya bahkan menjanjikan bisa membangun jembatan tersebut dalam waktu dua tahun atau sepertiga dari waktu yang dibutuhkan Hutama Karya.

"Kita siap bangun lagi kalau dipercayakan. Kalau melihat kerusakan yang terjadi sekarang, kita pikir kita mampu bangun selama dua tahun dengan biaya sekira Rp150 miliar," ungkap Vice President Product Development Eko Ariwandono dalam konferensi pers di kantornya, kawasan Cileungsi, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Menurut Bukaka, dari kejadian jembatan yang runtuh kemarin, pihaknya menilai bahwa pilar pondasi di jembatan yang terletak di Samarinda harus diperkuat. Sedangkan pilar pondasi di daerah Kutai masih bisa digunakan lagi.

"Meski begitu mungkin pemerintah ingin berdayakan BUMN-nya juga ya," tambah dia.

Pihak Bukaka Teknik Utama, salah satu anak perusahaan milik Jusuf Kalla ini ketika ditanya lebih jauh mengenai penyebab pasti runtuhnya jembatan Kukar enggan berkomentar banyak.

"Itu bukan dalam wewenang kami, tetapi kalau boleh memberi saran kepada tim independent antara PU dan Pemda, kita sarankan agar klem yang di bagian atas jembatan itu diperiksa," tandasnya.

Sebelumnya, BUMN Hutama Karya membangun jembatan Kukar ini dalam waktu enam tahun mulai dari 1999. Ketika diserahkan ke PU, Hutama Karya menilai nilai bangunan itu mencapai Rp93 miliar dan diperkirakan menjadi Rp200 miliar sekarang.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement