JAKARTA - Pemerintah berharap di 2025 perusahaan migas nasional mampu menjadi operator di setiap wilayah kerja (WK) migas.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Evita Legowo yang ditemui dalam acara pengumuman pemenang lelang di Plaza Centris, Jakarta Rabu (07/12/2011). "Dari dulu, saya kan memang sudah punya target bahwa migas ini memang harus meningkatkan peran domestik," ujar Evita.
Menurutnya, pemerintah mengetahui kemampuan perusahaan migas nasional yang masih banyak dikembangkan. "Kami sangat menyadari kalau domestik ini diberikan langsung kepada semuanya, akan berat ya," tegasnya.
Dia mengaku bangga, kala mengetahui ada empat perusahaan migas nasional baru yang bermain di onshore. "Jadi realistislah. Kalau mereka langsung offshore, mungkin saya juga akan bertanya, dan ternyata dari penilaian tim interdepth bukan hanya dari migas, BP migas, tetapi interdepth dengan perguruan tinggi juga," tegasnya.
Menurutnya, pihaknya akan mendorong perusahaan migas nasional untuk memulai bekerja, karena target di 2025 harus menjadi operatorship. "Kita melihat bahwa apa yang dijanjikan oleh kontraktor ini sangat realistis. oleh karena itu saya sangat bangga dan saya ingin dorong betul bahwa domestik ini benar-benar bekerja dan memulai, karena kita mempunyai target pada 2025, domestik harus meningkat operatorship," tutur Evita.
Evita menambahkan, sampai saat ini hanya 30 persen yang mampu menjadi operator di seluruh WK migas yang ada di Indonesia. "Target saya itu ada di angka, saya lupa angka persisnya, tetapi harus sudah di atas 50 persen untuk di 2025," pungkasnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.