JAKARTA - Rencana anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia atau GMF AeroAsia akan melakukan penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Direktur Utama GIAA Emirsyah Satar menuturkan, anak usahanya tersebut kemungkinan akan bisa melakukan IPO pada 2014 mendatang.
"Untuk GMF, IPO masih lama, mungkin dua tahun atau tiga tahun mendatang baru bisa IPO," ungkapnya, saat ditemui dalam acara Malam Penganugerahan 20 Indonesia Most Admired CEO 2011, di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Selasa (6/12/2011) malam.
Dirinya menjelaskan banyak yang harus dilakukan sebelum anak usaha yang bergerak dibidang perawatan pesawat tersebut bisa melempar sahamnya ke kalangan publik. Di antaranya perbaikan kinerja keuangan.
"Kita masih harus perbaiki kinerjanya dulu. Intinya perusahaannya harus sehat dululah, kan kalau mau IPO itu tanggung jawabnya besar," paparnya.
Menurut Emir, banyak tantangan yang dialami oleh GMF dalam melakukan IPO tersebut. "Selain kinerja, tantangannya adalah dari sisi human capital, misalnya kita harus menyekolahkan SDM yang ada di sana supaya bisa berkembang lebih baik lagi," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.