Share

Rugi Bersih Garuda Maintenance Turun 72% Jadi USD27,4 Juta

Senin 06 September 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 278 2466833 rugi-bersih-garuda-mainenance-turun-72-jadi-usd27-4-juta-JUJYMTGTnj.png Garuda Maintenance Turunkan Rugi Bersih. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatat rugi bersih USD27,4 juta atau menurun 72,4% jika dibandingkan priode yang sama tahun lalu bukukan rugi USD99 juta.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, penurunan rugi bersih menyusul dilakukannya inisiatif-inisiatif efisiensi dan terjadinya penurunan aktivitas produksi yang memangkas beban usaha hingga separuh atau mencapai 49,8%, yakni dari USD267 juta pada semester I-2020 menjadi USD134 juta pada semester I-2021.

Baca Juga: Direksi GMF Aero Asia (GMFI) Dirombak, Andi Fahrurrozi Jadi Dirut

Dia menilai bahwa tren utilisasi pesawat dan event maintenance hingga paruh pertama tahun 2021 ini masih belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini tidak terlepas dari adanya peningkatan kasus aktif Covid-19, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), serta pembatasan dan pengetatan persyaratan penerbangan sebagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19.

“Menghadapi iklim usaha yang masih dinamis, kami berupaya untuk menjaga likuiditas dan kelangsungan usaha Perseroan. Salah satunya melalui manajemen arus kas dan penyesuaian aktivitas produksi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: GMF Kantongi Pendapatan Rp7,3 Triliun pada 2019

Melalui langkah tersebut, perseroan juga mampu memperkecil penurunan bersih kas dan setara kas dari sebelumnya USD18,4 juta pada paruh pertama 2020 menjadi USD4,3 juta pada semester pertama tahun 2021. Guna menjaga operasional perseroan di sepanjang paruh pertama tahun ini, perseroan juga terus membuka diri dan beradaptasi dengan segmen bisnis potensial yang tumbuh di tengah pandemi seperti pesawat kargo, project redelivery dan industrial gas turbine engine guna mengimbangi pasar commercial aviation yang masih tertekan.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Selain operator dalam negeri, lanjut Andi, perseroan juga merawat maskapai asing di sejumlah negara, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Di segmen non-aviasi, perseroan juga tengah merambah perawatan generator milik Pertamina dan PLN Group. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan EBITDA yang positif hingga USD4 juta atau sekitar Rp57,85 miliar (kurs Rp 14.463 per USD). Target itu merujuk pada dinamika pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung di dalam negeri.

Direktur Keuangan GMF AeroAsia, Edward Okky Avianto pernah bilang, proyeksi keuangan masih sangat dinamis. Jadi kalau dilihat pandemi ini selalu ada turun naiknya terutama kaitannya dengan PPKM ini yang perlu disikapi.

“Tapi harapannya adalah tahun ini kita targetkan setidaknya EBITDA itu positif. Kalau kita hitung dengan asumsi keadaan sekarang, EBITDA itu kita targetkan positif sekitar USD4 juta,”ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini